Cegah Klaster Baru Covid-19, Kodim Jembrana Atensi Pelabuhan Tradisional

 Cegah Klaster Baru Covid-19, Kodim Jembrana Atensi Pelabuhan Tradisional

Dandim 1617/ Jembrana, Letkol Inf Hasrifuddin Haruna.

Jembrana, BaliKonten.com – Dibukanya pariwisata untuk wisatawan nusantara ditindaklanjuti aparat dengan meningkatkan pengawasan di pintu Bali, salah satu Pelabuhan Gilikmanuk. Menekan potensi lolosnya pendatang masuk ke Bali tanpa pemeriksaan, jajaran Kodim 1617/ Jembrana terus meningkatkan pengawasan.

Demikian dikatakan Dandim 1617/ Jembrana, Letkol Inf Hasrifuddin Haruna. Pejabat yang baru dilantik Sabtu (1/8) ini menyebutkan, potensi lolosnya warga yang tak memenuhi syarat, akan selalu ada. Sebagai daerah perbatasan, Jembrana sangat berisiko tertular Covid-19 dari daerah luar, apalagk warganya yang heterogen.

 

“Ini menjadi atensi kami. Harus diwaspadai, Jawa Timur yang kita ketahui, masih zona merah. Itu menjadi atensi saya, untuk bekerja lebih keras,” ungkapnya diwawancarai sesaat setelah dilantik oleh Danrem 163/ Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, di Makorem, Jl. Sudirman, Dangin Puri, Denpasar.

Selain Pelabuhan Gilimanuk, pihaknya juga memantau aktifitas kedatangan pendatang di pelabuhan-pelabuhan tradisional. Pemantauan ini dilakukan bersama unsur Polri, Satpol PP dan unsur Pecalang. Pemantauan ini dipandangnya sangat penting, sebab menjadi salah satu penentuan kelangsungan pariwisata di Bali.

Seperti yang disampaikan Menteri Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Dia menyebutkan, apabila kasus di Bali meningkat setelah dibukanya pariwisata, maka bisa jadi Bali harus menutup pariwisata ke Bali.

Tradisi sertijab di lingkungan Korem 163/ Wira Satya.

Apabila itu terjadi, maka ekonomi akan sulit tumbuh. “Babinsa-babinsa sudah kami ingatkan untuk tetap mata dan telinganya (mencari informasi), bersama Babinkamtibmas, Kelurahan, untuk mengatasi masalah sekecil apapun,” pungkasnya. Untuk diketahui, pariwisata Bali dibuka untuk kunjungan wisatawan nusantara, pada 31 Juli lalu.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan perekonomian Bali yang minus 1,14 persen pada kwartal kedua. Dengan dibuka pariwisata, pemerintah menggencarkan penerapan protokol kesehatan oleh masyarakat, untuk mencegah penularan Covid-19.

Instruksi terkait penanganan Covid-19 di wilayah Bali juga disampaikan Danrem 163/ Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf. Sesuai perintah Kasad yang disampaikan kepada Pangdam IX/ Udayana, maka seluruh jajaran diminta untuk menekan dan memperkecil potensi penularan Covid-19, serta menerapkan protokol kesehatan. (801)

BACA JUGA:  Majukan Infrastruktur dan Mensejahterakan Masyarakat, Wabup Karangasem Dukung TMMD 111

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE