Di Kelurahan Ubung, Buang Sampah Dapat Emas?

 Di Kelurahan Ubung, Buang Sampah Dapat Emas?

Penyerahan dua motor angkutan sampah oleh PT. Pegadaian kepada Lurah Ubung. Sinergi ini dalam rangka mendukung gerakan bank sampah.

 

Denpasar, BaliKonten.com – Siapa tak tergoda, apabila buang sampah mendapat imbalan emas? Itu terobosan baru yang dilakukan Kelurahan Ubung, untuk menggairahkan gerakan bank sampah yang sempat macet karena pandemi Covid-19.

Jadi begini. Lurah Ubung, Wayan Arianta menjelaskan, buang sampah dapat emas itu merupakan wujud sinergi antara Kelurahan Ubung bersama PT. Pegadaian. Keduanya sepakat saling dukung. Pegadaian memasilitasi penyempurnaan pengelolaan bank sampah milik Kelurahan Ubung. Sedangkan Kelurahan Ubung menyosialisasikan tabungan emas kepada 170 nasabahnya.

“Jadi tabungan milik nasabah, dari penjualan sampah disisihkan beberapa persennya, untuk program tabungan emas Pegadaian,” ujar Arianta dihadapan nasabah, dalam sosialisasi tabungan emas di kantor Bank Sampah “Citra Ubung Lestari”, Kamis (23/7).

Sejak pandemi Covid-19, Arianta mengakui terjadi pelambatan pengolahan sampah di wilayahnya. Bahkan sejak empat bulan terakhir. Ini disebabkan aktifitas masyarakat yang berkurang. Misalnya aktifitas di sekolah dan juga tempat usaha, termasuk unit bank sampah tingkat desa. Menyiasati kondisi itu, Arianta bersama pengelola bank sampah aktif menjemput sampah ke rumah-rumah warga.

“Kami jemput bola. Langsung timbang ditempat, hasilnya dicatat, sampahnya kemudian dipilah agar bisa dijual,” papar Arianta. Begitu juga dijelaskan Ketua Bank Sampah “Citra Ubung Lestari”, Gede Sumantra yang turut hadir dalam sosialisasi.

Kata dia, hasil penjualan sampah ke pengepul akan ditabung untuk tabungan emas. Melalui program ini, dia berharap nasabah bank sampah dapat bertambah. Selain mewujudkan wilayah yang bersih, gerakan ini juga membantu perekonomian masyarakat saat pandemi Covid-19. “Sekarang baru 170 nasabah, semoga bisa bertambah lagi (nasabah),” harapnya.

Tentang Bank sampah “Citra Ubung Lestari”, Sumantra menyebutkan telah berdiri sejak 2014 silam. Ini merupakan program pemerintah dalam rangka menuju kemandirian mengelola sampah. Selanjutnya, disinergikan bersama PT. Pegadaian, dan bertahan hingga saat ini.

BACA JUGA:  Ketua Dekranasda Ajak IKM Produktif Dalam Jaringan

Kepala Departemen Gadai Area Denpasar I, Suarnawa menambahkan, sinergi bersama Kelurahan Ubung ini sejalan dengan program PT. Pegadaian Bersih-bersih, salah satunya bersih lingkungan. Sinergi diwujudkan berupa bangunan kantor bank sampah, beserta alat pendukung. Terbaru, PT. Pegadaian menyalurkan dua motor angkutan sampah kepada pengelola. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!