Digitalisasi Pemasaran Hasil Tani, Sinergi ITB Stikom Bali dan Unud Hadirkan E-Commerce dan Hibahkan Alat Produksi

 Digitalisasi Pemasaran Hasil Tani, Sinergi ITB Stikom Bali dan Unud Hadirkan E-Commerce dan Hibahkan Alat Produksi

Anggota Kelompok Tani Sari Tunjung Mekar foto bersama tim pengabdian masyarakat dari ITB STIKOM Bali dan Unud usai sosialisasi hukum transaksi elektronik dan pelatihan penggunaan alat-alat produksi.

Denpasar, Balikonten.com – ITB Stikom Bali bersama Universitas Udayana sepakat bersinergi untuk menghadirkan solusi mengoptimalkan pemasaran produk pertanian.

Hal itu dilakukan dosen ITB STIKOM Bali, I Komang Budi Mas Aryawan, S.Pd., M.Pd berkolaborasi dengan dua rekannya dosen Universitas Udayana (Unud), Putu Devi Yustisia Utami, S.H., M.Kn dan Sayi Hatiningsih, S.TP., M.Si.

Kegitan ini dibantu oleh dua orang mahasiswa (ITB Stikom Bali), Anak Agung Dwi Pradnyani Jayanti dan Ellyanna Fransisca Dewi.

Mereka berhasil menciptakan aplikasi E-Commerce untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Tunjung Mekar, di Desa Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

I Komang Budi Mas Aryawan sebagai ketua tim pengabdian masyarakat menjelaskan, kegiatan ini dimulai pada 10 Juni 2021 dan berakhir pada 25 Juni 2021 bertempat di balai desa Cempaga.

“Kegiatan ini kami awali dengan pembuatan aplikasi E-Commerce berbasis web, sosialisasi hukum transaksi elektronik, pelatihan penggunaan alat produksi, dan pelatihan penggunaan aplikasi E-Commerce berbasis web,” kata Komang Budi di ITB STIKOM Bali Kampus Jimbaran, Senin (28/6).

Dia menerangkan, KWT Sari Tunjung Mekar selama ini menghasilkan produk pangan tradisional berupa jajanan cakar ayam, keripik talas dan keripik singkong.

Keunggulan produk ini yaitu memiliki cita rasa yang khas, gurih, tahan lama dan memiliki peluang pasar yang besar karena diolah tanpa bahan pengawet, zat pewarna, penyedap makanan dan atau bahan – bahan makanan berbahaya lainnya.

Meski usaha ini cukup prospektif, sayangnya KWT Sari Tunjung Mekar belum memiliki legalitas badan usaha, beberapa alat produksi sudah mulai rusak sehingga produksi tidak maksimal.

Selain itu, pemasarannya dilakukan secara tradisonal dengan menitipkan produk ini di toko konvensional atau warung di dalam desa maupun desa tetangga, seperti Desa Pedawa, Desa Sidatapa dan Desa Tigawasa yang berjarak sekitar 3 km.

KWT ini juga elum memanfaatkan kemajuan teknologi informasi (IT) untuk pemasaran karena mereka tidak mempunyai kemampuan di bidang TI.

BACA JUGA:  Ecoprint UMKM Griya Anyar Dewata Makin Mentereng, Naik Kelas dari Mikro Jadi Usaha Menengah

“Ini yang mendorong kami melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sasaran KWT Sari Tunjung Mekar sebagai mitra kegiatan, memanfaatkan anggaran Program Kemitraan Masyarakat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (PKM BRIN),” ujarnya.

Kini KWT Sari Tunjung Mekar Desa Cepaga, telah memimiliki sebuah laman website E-Commerce atau toko jual beli online, memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), para anggota memiliki pengetahuan hukum tentang transaksi elektronik, serta mereka mampu menggunakan alat produksi dengan baik.

“Selain target tersebut, kami juga menghibahkan beberapa alat – alat produksi seperti mesin perajang serbaguna, kompor, wajan, dll serta satu unit laptop yang nantinya dapat membantu peningkatan omset penjualan mereka,” kata Komang Budi.

Kepala Desa Cepaga, Putu Suarjaya, menyambut baik kegiatan-kegiatan yang berpihak kepada masyarakat secara langsung, seperti yang dirasakan oleh KWT Sari Tunjung Mekar ini.

“Harapan saya kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Mohon bimbingan secara berkala dari bapak – ibu dosen ITB STIKOM Bali dan Universitas Udayana agar KWT benar-benar mandiri berbekal bantuan yang sudah diberikan ini,” kata dia yang juga Pembina KWT Sari Tunjung Mekar. (Red)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE