ITB Stikom Bali Ditunjuk Sebagai Pendamping SMK Seluruh Bali, Rektor Dadang : “Ini Luar Biasa”

 ITB Stikom Bali Ditunjuk Sebagai Pendamping SMK Seluruh Bali, Rektor Dadang : “Ini Luar Biasa”

Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan dan Pembina Yayasan WDS Denpasar, induk STIKOM Bali Group, Prof. Dr. I Made Bandem, MA.

Denpasar, Balikonten.com – Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Bali sebagai pendamping Program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan se- Indonesia. Posisi yang sama juga melibatkan dua perguruan tinggi negeri besar di Bali.

Menanggapi kepercayaan dari Dirjen Vokasi Kemendikbud RI tersebut, Rektor ITB STIKOM Bali Dr. Dadang Hermawan mengatakan hal itu sebagai kepercayaan yang luar biasa dan diluar dugaannya.

“Sungguh ini kepercayaan yang luar biasa dan di luar dugaan kami. Tapi kalau boleh menebak, saya menduga kiprah Stikom Bali selama ini dengan tujuh SMK dan lima lembaga vokasi binaan memang sudah sampai ke telinga bapak Dirjen Vokasi,” ujar Rektor, Selasa (18/5) di Renon, Denpasar.

Capaian ini menurutnya sekaligus mengungkapkan bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi guna menyiapkan generasi muda unggul setidaknya kini mendapat kepercayan yang lebih besar dari pemerintah.

“ni menjadi penyemangat bagi kami guna membantu mengembangkan SMK lain di seluruh Bali sesuai tupoksi yang diamanatkan dalam surat keputusan Dirjen Vokasi tersebut,” kata Dadang.

Selanjutnya ITB Stikom Bali menunggu juknis lebih lanjut, dan akan segera membentuk tim untuk mengimplementasikan SK Dirjen Vokasi.

Menurut Dadang Hermawan, para siswa SMK memang harus diperlakukan berbeda dengan para siswa SMA umum. Sebab, siswa SMK tidak didesain agar mereka melanjutkan kuliah lalu tamat sebagai peneliti atau akademisi melainkan mereka didesain sebagai pekerja profesional di bidang masing-masing.

“Selama ini para lulsan SMK sepertinya disamakan dengan lulusan SMA sehingga mereka berlomba-lomba melanjutkan kuliah dengan mengambil program studi yang kurang sesuai dengan jurusan awal di SMK,” tuturnya.

Berbeda dengan siswa SMA, yang memang didesain kelak sebagai peneliti atau akademisi sehingga wajib melanjutkan pendidikan tinggi hingga program doktor. Hal ini yang menurutnyaperlu diluruskan agar anak-anak SMK termotivasi.

BACA JUGA:  Lima Mahasiswa FIB Unud Magang di Balai Bahasa Provinsi Bali, Harapkan Mampu Tingkatkan Softskill

Pembina Yayasaan Widya Dharma Shanti (WDS) Denpasar yang menaungi STIKOM Bali Group, Prof. Dr. I Made Bandem, MA menerangkan, di Bali tidak kurang dari 10.000 pelajar dan mahasiswa binaan Yayasan WDS Denpasar.

Mulai dari yang kuliah ITB STIKOM Bali, Poltek Ganesha Guru, Polnas Denpasar maupun pelajar tujuh SMK TI Bali Global bahkan para siswa binaan LPK Darma, LPBA dan Bisma informatika yang ingin manjajal dunia kerja di luar negeri.

“Jadi kepercayaan dari pemerintah ini sekaligus bukti bahwa apa yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan oleh STIKOM Bali Group sudah on track dan perlu ditularkan ke SMK lainnya dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul di era Society 5.0,” kata Prof. Bandem. (Red)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!