Kejahatan Digital Marak, Gojek Perbarui Sejumlah Situs

 Kejahatan Digital Marak, Gojek Perbarui Sejumlah Situs
Denpasar, Balikonten.com – Pesanan fiktif hingga perangkat Ilegal, menjadi ancaman kejahatan digital yang dipetakan oleh Gojek. Menyikapi potensi tersebut, Gojek memperbarui sejumlah situs-situs penting untuk melindungi mitranya. Itu dikatakan Kelvin Timotius, Head of Driver Operations – Trust & Safety Gojek, Kamis (15/10) melalui daring.
“Teknologi machine learning dan kecerdasan buatan telah kami manfaatkan untuk mendeteksi serta menindak berbagai tindakan curang yang merugikan mitra driver, termasuk diantaranya order fiktif dan penggunaan perangkat ilegal,” ungkapnya. Fitur yang diperbarui misalnya Verifikasi Muka dan penyamaran nomor telepon.
“Keberadaan fitur keamanan yang terdapat dalam Gojek SHIELD, menjadikan 92% mitra Gojek merasa akun mereka lebih aman,” sambungnya. Kelvin menyebutkan, tersangka menawarkan aplikasi ilegal yang seakan-akan kebal penangguhan (anti-suspend) dan bisa menghasilkan banyak orderan.
Padahal kenyataannya, sebutnya, aplikasi seperti ini justru menyamarkan tampilan peringatan dan teguran resmi atas pelanggaran yang berpotensi membuat mitra mendapat sanksi suspend. Pengguna aplikasi ilegal baru menyadarinya ketika akunnya mendapat sanksi paling berat pemutusan kemitraan.
Selain menjaga keamanan melalui proses yang bersifat korektif, Gojek juga menjalankan pendekatan preventif untuk melindungi mitra-mitranya dari risiko keamanan. Gojek juga kerap melakukan edukasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan literasi akan pentingnya menjaga keamanan.
Edukasi mengenai keamanan digital itu ilakukan melalui pesan di aplikasi, forum kopdar mitra Gojek yang merupakan fitur e-learning platform terbaru di dalam aplikasi mitra driver.
Tak hanya kepada mitra driver, edukasi mengenai keamanan turut menyasar masyarakat luas lewat kolaborasi Gojek dengan berbagai pihak seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Center for Digital Society (CfDS) UGM dan Siberkreasi.
Pada saat yang sama, Charles Lim, Pakar IT dan Ahli Keamanan Digital dari Swiss German University menilai edukasi itu amat penting. “Saya lihat, langkah Gojek menindak penggunaan aplikasi ilegal sudah tepat, karena secara tidak langsung Gojek sedang melindungi mitranya dari kerugian yang lebih besar,” pungkasnya. (801)

 

BACA JUGA:  Kawal Audit Penerimaan Anggota Polri, ITB STIKOM Bali Terima Penghargaan dari Polda Bali

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE