Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar Lampaui 91 Persen

 Kesembuhan Pasien Covid-19 di Denpasar Lampaui 91 Persen

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai.

Denpasar, Balikonten.com – Kesembuhan pasien Covid-19 di Denpasar terus meningkat. Berdasarkan data pada Kamis 24 Februari 2022, bertambah 670 orang atau mencapai melampaui 91 persen.

 

Pasien meninggal dunia bertambah 4 orang dan kasus sembuh Sementara itu, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 196 orang.

 

Penambahan kasus sembuh Covid-19 yang konsisten di Kota Denpasar secara otomatis meningkatkan prosentase kesembuhan pasien.

 

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 50.077 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 45.684 orang (91,23 persen), meninggal dunia sebanyak 1.051 orang (2,10 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 3.342 orang (6,67 persen).

 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar masih tinggi. Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

 

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan terus meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai

 

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

BACA JUGA:  Kesbangpol Badung Luncurkan Sidalok

 

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya. (red)

 

 

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE