Kisah Inspiratif Ratih, Peraih Jegeg Fakultas Hukum Unud 2020

 Kisah Inspiratif Ratih, Peraih Jegeg Fakultas Hukum Unud 2020

Ni Luh Putu Ratih Sukma Dewi

OPTIMISME sangat nampak dari wajah Ratih Sukma Dewi. Selain percaya diri, dia juga cakap dan fasih berbicara di depan umum. Sungguh layak dia dinobatkan sebagai Jegeg Fakultas Hukum Universitas (FH) Udayana serangkaian Jegeg Bagus FH Unud Tahun 2020, ajang penjaringan bakat bergengsi di kampus ternama itu.

Dia sangat terbuka saat balikonten.com ingin mewawancarainya. Ditemui Sabtu (26/12) di kediamannya di kawasan Ubung, Denpasar Utara, dia menyebut belakangan ini disibukkan dengan rutinitas berjualan produk busana dan kuliner. Itu pilihan bisnis hasil work from home akibat pandemi Covid-19.

Menyertakan kisah inspiratifnya dalam berprestasi, pemilik nama lengkap Ni Luh Putu Ratih Sukma Dewi ini menuturkan bahwa Jegeg Fakultas Hukum Unud merupakan prestasi terbarunya. Capaian itu, baginya sangat berkesan karena mampu diraih di tengah desakan pembatasan aktifitas sosial akibat pandemi.

“Iya, Ratih baru pertama kali jadi Jegeg FH Unud, tapi kalau kegiatan pemilihan Jegeg Bagus Fakultas Hukum Unud sudah ada dari beberapa tahun yang lalu,” ungkap remaja kelahiran Singajara, 25 September 2000 itu. Menyeritakan tahapan penilaian Jegeg Bagus Unud, dia menyebut tahapannya sungguh rigit.

Diawali dengan tahap wawancara, tes minat dan bakat, pembekalan, presentasi essay atau karangan prosa, wawancara mendalam. Dia menyebut itu baru tahap awal. Tahap berikutnya, kontestan menjalani wawancara mendalam, grand final, uji kepribadian, kreatifitas dan berbicara di depan umum.

“Sampai ekspresi wajah juga di nilai, tapi juga ada penilaian-penilaian lain oleh juri dan panitia,” ujar peraih Juara 1 Lomba Nyastra Bidang Mengarang Cerpen Bali Modern Kategori Puti PKB – 39 tahun 2017 itu. Dari penilain itu, Ratih berhasil mengungguli 20 peserta lainnya setelah melalui dua tahap seleksi.

“Kalau untuk pemilihan pertama saat interview itu Ratih kurang tau, tapi lebih dari 20 orang. Setelah interview pertama, dicari 10 finalis jegeg, 10 finalis bagus untuk ke tahap selanjutnya,” tuturnya. Meski harus penuh kerja keras dan kerja cerdas, dia mengakui sangat menikmati proses penilaian itu.

BACA JUGA:  Mengenal Pangdam Udayana Anyar, Pernah Pimpin Apel HUT RI dan Miliki Latarbelakang Intelijen 

Baginya, ini bukan saja ajang menambang capaian prestasi, namun juga pengalaman dalam bidang pageant atau kontes kecantikan. “Motivasi ratih ikut ajang ini memang ingin menggali potensi dan pengalaman baru dalam ajang pageant, dan ingin belajar lebih dalam tentang pageant,” akunya. (801)

 

Tips Sukses : Remaja Wajib Produktif dan Kreatif

RATIH mendaku bercita-cita berprofesi sebagai jaksa dan hakim. Meski begitu, dia tetap mengasah diri dalam sisi lain seperti menekuni usaha berbasis online dengan produk kuliner dan busana. Berani mencoba baginya merupakan ungkapan kreatifitas yang harus dimiliki setiap generasi muda, selain kreatif.

Perempuan yang sempat meraih Juara 2 Putri Lomba Pidato Berbahasa Bali PKB – 37 tahun 2015 itu meyakini bahwa kreatif dan berani mengambil peluang di tengah situasi sulit adalah kunci sukses. Khusus saat pandemi Covid-19, dia menilai saat ini menjadi kesempatan untuk menggali potensi diri untuk mengukut kemampuan.

“Walaupun saat ini kita sedang mengalami pandemi covid – 19 , tetapi jangan sampai waktu yang kita miliki sebagai agent of change terbuang secara percuma.Dengan banyaknya waktu yang kita miliki saat di tengah pandemi harus membuat kita menjadi dapat menciptakan ide – ide yang lebih kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Menurutnya, masa remaja menurutnya adalah momentum untuk produktif menciptakan ide baru yang dapat memberikan perubahan-perubahan yang lebih baik terhadap bangsa dan negara. Misalnya membantu sesama, untuk mengasah kemampuan dan soft skill sebagai bekal pada waktu kemudian hari.

“Motivasi untuk remaja hanya satu, bukanlah tentang hanya menunggu badai berlalu, tetapi belajar menari di tengah hujan. Artinya, manfaatkanlah waktumu dengan sebaik mungkin, mengasah kemampuan dan bakat kalian di masa pandemi ini sebagai generasi muda penggerak perubahan,” bebernya.

BACA JUGA:  ARW Duet Bersama Gus Bota Berbagi Beras "Mbak Puan" kepada Warga Muslim di Badung

Yang sudah ia terapkan, yakni memulai usaha Jualan Puding berbagai rasa saat awal pandemi, dan menjual baju modis dan kekinian dengan membuat produk baju sendiri. Untuk usaha busana, menariknya dia bekerjasama langsung dengan penjahit. Dengan begitu ide itu melahirkan efek berganda yang positif.

Sebab peluang itu juga mampu menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah berproduksi di tengah pandemi. “Ya sebisa mungkin baju yang dijual dengan harga murah, nama usaha nya Dira collection,” ujar penghobi menyanyi ini. Dia berharap upayanya menjawab tantangan diri dapat menginspirasi. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE