“On Journey” Inkubator Bisnis Stikom, Tawarkan Tiga Kemudahan Transaksi dan Promosi Bisnis Pariwisata

 “On Journey” Inkubator Bisnis Stikom, Tawarkan Tiga Kemudahan Transaksi dan Promosi Bisnis Pariwisata

Suasana diskusi “On Journey” yang digelar Inkubator Bisnis ITB Stikom Bali, Selasa (18/5) di Gedung DNA.

Denpasar, Balikonten.com – Inkubator Bisnis ITB Stikom Bali berupaya menghadirkan semangat baru di sektor pariwisata dalam mengelola bisnis. Upaya itu diwujudkan dengan diksusi “On Journey”.

Diskusi digelar di Gedung Dharma Negara Alaya ini berlangsung Selasa (18/5), yang diikuti pengelola insan pariwisata pemula maupun berpengalaman, seperti agen perjalanan wisata.

Manager Inkubator Bisnis ITB Stikom Bali, I Gede Bintang Arya Budaya menerangkan, start up ini merupakan buah pemikiran dan dedikasi generasi muda Bali untuk membangun Bali.

“Sebagai pengembang ekosistem wirausaha di Bali tentu kami punya tanggung jawab untuk mengembangkan produk lokal yang diajukan oleh putra lokal. Salah satu yang kami bina itu adalah “On Journey,” ungkapnya yang diwawancarai di sela kegiatan.

Kata dia, “On Journey” merupakan sebuah start up yang basisnya tentang pariwisata. Kehadiran start up ini bertujuan menyosialisasikan strategi dalam membangun dan mengembangkan bisnis agen perjalanan pariwisata.

Di tengah pandemi, dia menyadari kemampuan berinovasi menjadi tantangan agen perjalanan wisata. Dia berharap kehadiran “On Journey” memberi solusi dari putra lokal Bali untuk pariwisata lokal Bali.

Dia mengatakan, saat ini hal yang dibutuhkan pariwisata Bali adalah cepat melakukan penyesuaian terhadap situasi. Untuk itu teknologi adalah jalan keluarnya.

“Start up ini membantu aktifitas pariwisata secara keseluruhan. Mulai dari travel agen, guide dan sejenisnya. Proses manegerial yang sebelumnya difasilitasi konvensional, kini bisa dilakukan secara daring,” tuturnya.

Ada tiga kemudahan yang ditawarkan start up ini. Pertama, sistem yang mudah sehingga pengelolaan bisnis pariwisata semakin teratur, dan mudah dijalankan. Kedua, kesepakatan membagi keuntungan yang imbang.

Dan ketiga start up ini akan memberikan konsep pengelolaan bisnis yang utuh, seperti laporan-laporan capaian usaha, sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.

Dia menyadari konsep semacam ini sudah banyak diterapkan. Namun berbekal pengalaman dan pemetaan masalah kala pandemi, dia optimis start up ini menjadi solusi. (Red)

BACA JUGA:  Dewasa Ayu Menebang Kayu dan Memulai Suatu Kegiatan Maret hingga April 2024

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE