Peringati Kemerdekaan RI, 55 Pegiat Sastra Modern Baca Cerpen Daring

 Peringati Kemerdekaan RI, 55 Pegiat Sastra Modern Baca Cerpen Daring

Denpasar, Balikonten.com – Produktif dan aman dari Covid-19, diwujudkan sejumlah pegiat sastra Bali modern lewat membaca puisi dan cerpen dalam jaringan (daring) atau online. Salah satu penggagas kegiatan, Putu Supartika (26), menyebutkan aktifitas ini berlangsung sejak 17 April 2020. Dijadwalkan satu hari, satu pembaca, yang telah memasuki edisi ke 99.

Spesial dalam rangka memperingati 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan ini akan dikemas massal. Supartika menjelaskan, ada 55 pegiat sastra yang akan mengikuti membaca puisi dan cerpen berbahasa Bali online, pada Minggu (16/8).

 

“Sebelumnya sudah ada kegiatan serupa, namun sehari satu pembaca. Yang sekarang serentak dalam sehari dan ini untuk merayakan pembacaan yang ke-100 sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia,” kata pemuda Karangasem ini.

Acara ini diikuti oleh berbagai kalangan dan kebanyakan dari generasi muda mulai dari penulis, guru, dosen, mahasiswa, jero mangku, maupun wartawan. Ini membuktikan jika masih ada generasi muda yang peduli dengan sastra Bali modern.

Kegiatan bertajuk “Maca Cerpen lan Puisi Bali Online Keroyokan” (membaca cerpen dan puisi Bali online keroyokan). “Kalau membaca secara langsung, mungkin ada, tapi tidak sebanyak ini juga. Untuk online ini pertama kali dalam sejarah sastra Bali modern, bahkan di Bali ini yang pertama kalinya,” ujarnya.

Para peserta ini bebas membacakan karya sesuai dengan keinginannya masing-masing tanpa dibatasi waktu. Peserta bebas memilih karya yang akan dibacanya, bisa membaca cerpen atau puisi, ataupun cerpen dan puisi sekaligus, dan bisa membaca karya sendiri, maupun karya penulis lain.

Saat membaca, peserta melakukan siaran langsung di akun facebook masing-masing, selain itu ada pula yang melakukan siaran langsung di instagram. Tak ada ketentuan atau kriteria khusus, karena pembaca bisa bebas mengekspresikan karya yang dibacanya.

BACA JUGA:  Pemilihan Duta Rumah Belajar Nasional, Denpasar Kirim Empat Peserta

“Ini sekaligus langkah kami untuk memasyarakatkan bahasa Bali khususnya sastra Bali modern yang kurang dikenal di Bali. Kami juga mengajak peserta untuk tetap tangguh dan produktif berkreasi di tengah pandemi Covid-19, sekaligus memupuk semangat kemerdekaan,” katanya.

Salah seorang pembaca cerpen membaca secara live dari Jepang, I Kadek Gede Doni Merta Marantika mengaku senang bisa terlibat. Kegiatan ini menjawab kerinduannya terhadap Bali, khususnya karya sastra. Doni membaca cerpen berjudul Sirep Ngajak Meme karya I Gede Putra Ariawan.

Dosen Bahasa dan Sastra Bali Unud, I Gede Gita Purnama Arsa Putra menilai kegiatan ini menunjukkan berkarya tak terbatas ruang, waktu, maupun keadaan. “Membaca cerpen secara online melibatkan lebih dari 50 peserta ini sangat fenomenal. Ganas,” celoteh Gita Purnama. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!