Ritual Mlaspas di PAUD Tri Datu, Upaya Seimbangkan Unsur Sekala Niskala

 Ritual Mlaspas di PAUD Tri Datu, Upaya Seimbangkan Unsur Sekala Niskala

Walikota Denpasar Terpilih, IGN. Jaya Negara saat menyerahkan punia kepada Yayasan Tri Datu.

Denpasar, Balikonten.com – Upacara Mlaspas menandai resminya gedung baru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tri Datu. Ritual sakral itu berlangsung bertepatan hari Saraswati pada Sabtu (30/1) di Jl. Pulau Yapen, Desa Dauh Puri, Denpasar barat. Karya itu dipuput Mpu Nabe Daksa Merta Yoga.

Selain mlaspas, upacara juga dirangkai Mecaru Rsi Gana, Mustika, Pujawali di gedung dan pelinggih di PAUD. Ketua Yayasan Tri Datu, Nyoman Kenak menerangkan, upacara ini bertujuan untuk menyeimbangkan unsur sekala dan niskala. Sekaligus memohon perlindungan dan kelancaran dalam melaksanakan pendidikan khususnya saat pandemi Covid-19.

Pemlaspasan di PAUD Tri Datu dipuput Mpu Nabe Daksa Merta Yoga.

“Dalam Mlaspas, di dalamnya ada tahapan pasupati yang dilakukan terhadap gedung. Di masing-masing pondasi Pelinggih ditanam sarana upakara dasar dan panca datu. Selanjutnya dilakukan ritual makuh,” terangnya di sela upacara. Setelah dilakukan upacara ini, dalam keyakinan umat Hindu, gedung telah berjiwa.

Dan di masing-masing Pelinggih telah berstana dewa dan dewi yang merupakan manifestasi Tuhan. “Bangunan yang awalnya tumpukan material kini berubah fungsi sebagai gedung. Saya yakin, upacara ini memberi jiwa dan kehidupan terhadap bangunan ini. Saya pun merasakan tadi perubahannya,” ujar Kenak.

Nyoman Kenak, Ketua Yayasan Tri Datu mendem panca datu di halaman PAUD Tri Datu.

Melalui upacara ini, dia yakin energi positif dari unsur sekala dan niskala akan mendukung terwujudkan aktifitas pendidikan yang baik dan bermanfaat. Kepada para para guru, dia mengajak untuk selalu memohon keselamatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di tengah pandemi Covid-19.

Selain para warga, kegiatan ini turut dihadiri Walikota Denpasar Terpilih yakni IGN. Jaya Negara dan Komisi II Anggota DPRD Kota Denpasar, I Gede Westra. Sejumlah Sulinggih dan Jero Mangku juga turut hadir. Kegiatan ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang disiplin dan tidak menghadirkan gamelan secara langsung.

Perwakilan PHDI Kota Denpasar ikut dalam prosesi mendem dasar.

 

BACA JUGA:  Unud Kukuhkan Lima Guru Besar Anyar, Kini Miliki 175

Pembelajaran Tetap Daring

MESKI kini PAUD Tri Datu telah bergedung baru, Kenak mengatakan pembelajaran masih dilakukan dal jaringan. Dia meminta partisipasi orang tua anak untuk memandu pembelajaran di rumah. Sedangkan materi ajar diberikan oleh para guru. Skema ini dilakukan demi keselamatan bersama di tengah pandemi Covid-19.

Akibat situasi itu, dia mengakui terjadi penurunan penghasilan yang berdampak kepada pemenuhan kesejahteraan guru. Dia berterimakasih atas dedikasi para guru yang bersemangat meski mengalami penyesuaian gaji. Ia berharap situasi ini segera berlalu dan pembelajaran kembali berlangsung normal. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE