Unud Rampungkan Pedoman Pencegahan Covid-19, Sekda Maknai Kado Ultah Pemprov

 Unud Rampungkan Pedoman Pencegahan Covid-19, Sekda Maknai Kado Ultah Pemprov

Denpasar, Balikonten.com – Fakultas Kedokteran Universitas Udayana telah merilis buku pedoman pencegahan Covid-19. Selanjutnya, literatur ini akan dibagikan kepada masyarakat serangkaian penanganan pandemi Covid-19.

Terhadap karya itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, memaknainya sebagai kado ulang tahun ke 62 Provinsi Bali pada Jumat (14/8). Kata dia, perguruan tinggi merupakan satu dari lima lembaga prioritas dalam mendukung penanganan Covid-19.

“Perguruan tinggi memang harus dilibatkan, sinergis dengan pemerintah. Terima kasih kepada bapak Dekan yang di tengah kesibukannya masih sempat menulis pedoman penanganan dan pencegahan covid-18,” ujar Sekda.

Itu disampaikannya saat menerima Dekan FK Unud, Prof. Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp. B., Sp.OT (K)., di Ruang Tamu Kantor Sekda Provinsi Bali, Denpasar, pada Kamis (13/8). Buku itu akan segera mendistribusikan buku pedoman tersebut hingga ke tingkat desa adat, agar masyarakat cepat beradaptasi dengan pandemi.

“Untuk itu kita libatkan Dinas Kesehatan, Pemajuan masyarakat adat dan BPBD Provinsi Bali,” Imbuh birokrat asal Pemaron, Kabupaten Buleleng ini. Dia harapan, penelitian- penelitian yang dihasilkan kalangan akademisi dari perguruan tinggi di Bali mampu diangkat ke permukaan.

“Ke depan, harus direalisasikan dan ditindaklanjuti, jangan jadi dokumen akademik saja. Riset secara akademis ‘kan sudah dilaksanakan, tinggal sekarang ditampilkan dan dipromosikan,” sebutnya.

Langkah tersebut menurutnya juga sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang salah satunya mendukung pengembangan sistem pengobatan tradisional. Maka, Pemprov Bali mulai mengembangkan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) di Bangli, Karangasem dan Tabanan.

“Jadi penelitian akademisi bisa diwadahi disana, dan Unud harus bisa jadi pionir di Bali,” harapnya. Prof. I Ketut Suyasa menyebut buku pedoman pencegahan dan penanganan covid-19 berbasis Desa Adat yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

“Buku yang kami susun merupakan sebuah upaya edukasi kami untuk masyarakat bagaimana mencegah dan menerapkan protokol kesehatan di masyarakat. Sebuah pedoman simpel untuk masyarakat untuk menjaga dirinya dan keluarga atau orang lain di sekitarnya,” Jelas Suyasa.

BACA JUGA:  Empat Mahasiswa FK Unud Jadi Poster Presenter di ESMO Asia Congress 2023

Dia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan, guna mengurangi penularan. “Kami bersama Dinas Kesehatan dan jajaran lintas sektor terus berupaya, membuat standar baku dalam penanganan covid-19 ini. Kita mencoba mencari alternatif-alternatif agar pasien lebih cepat sembuh,” sambungnya.

Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, menyebutkan pencegahan dan penanggulangan covid dilakukan dari hulu ke hilir. Hulunya adalah bagaimana kita berupaya agar mengurangi penularan melalui upaya pencegahan. Pemahaman tentang langkah pencegahan harus diperbanyak dan terus disosialisasikan. Edukasi dan informasi yang masif ke masyarakat. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE