Wadahi Kreatifitas Masyarakat, DNA Wadahi Lewat Bekraf Academy

 Wadahi Kreatifitas Masyarakat, DNA Wadahi Lewat Bekraf Academy

Diskusi berlangsung di Gedung DNA, Denpasar. Tempat ini menjadi wadah bagi kreatifitas masyarakat Bali.

Denpasar, Balikonten.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Kota Denpasar turut memberi wadah bagi masyarakat yang ingin belajar dan bertukar pengalaman.

 

Hal itu diwujudkan melalui “Bekraf Academy”. Perwakilan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Denpasar, Agung Eko Dhananjaya didampingi Santi Wulandari dan I Gede Putu Wiguna , menerangkan bahwa acara dikemas dalam bentuk “Workshop Bkraf Academy”, yang dibagi dalam tiga sesi.

 

Kegiatan ini digelar di gedung DNA (Dharma Negara Alaya) Lumintang, Denpasar, 8, 22, 29 Mei 2021 lalu.

 

Dijelaskan, “Bkraf Academy” Sesi 1 menghadirkan narasumber Sigit Dwipa Raharjo S.Sn. selaku praktisi dan founder “Nirmana Visual”.

 

Berikutnya, “Bkraf Academy” Sesi 2, diisi narasumber “Praktisi dan Founder @tacikworks, Ivan Yahya,S.Ds. Lebih lanjut, terakhir digelar “Bkraf Academy” Sesi 3 berupa wokshop “Belajar Cara Membuat & Menjual Font”, dengan menghadirkan narasumber, Founder Ardyanatypes Creative Studio, IPutu Ardyana Putra,Skom.

 

Lebih lanjut Eko memaparkan, Bkraf Denpasar bersama Pemerintah Kota Denpasar memberi ruang kreatif pada seluruh insan kreatif, untuk menyalurkan ide dan gagasannya, mengingat di era digital ini, industri kreatif berkembang begitu pesat.

 

Pihaknya, juga berupaya memperkenalkan potensi bisnis kreatif dalam bidang “Font Maker”, yang dipaparkan langsung oleh praktisinya.

 

“Era digitalisasi seperti saat ini, anak muda milenial, harus peka dengan beragam peluang usaha, termasuk paham proses membuat dan menjual font,” ungkap Eko.

 

Eko juga menjelaskan, peluang besar penggunaan “Font Maker”, dalam sebuah karya Font dapat di Monetisasi, mengingat Font seringkali digunakan oleh masyarakat.

 

Sementara, Sigit Dwipa mengungkapkan proses dimulainya memahami dunia Font, yang selanjutnya, mempresentasikan serta membranding karya “Font” hingga diperkenalkan pada berbagai jenis “Creative Marketplace”, yang dikemas sebagai potensi industri kreatif, saat era digital, demi meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:  Bali Macet! Ini Lokasi Nonton Pawai Ogoh-Ogoh 2024 di Bali

 

Berikutnya, Ivan Yahya menjelaskan praktek “Hand Lettering”, yang berfokus pada dasar-dasar “Hand Lettering” dan dikembangkan secara bertahap hingga menjadi satu “Font Script”.

 

 Selanjutnya, acara “Bkraf Academy” Sesi 3 diisi oleh Ardyana Putra, yang memaparkan proses pembuatan “Font” dimulai dari sketsa hingga terbentuk “Font Digital”. “Hari ini, saya lebih membahas pembuatan sketsa awal hingga menjadi “Font”.

 

Sebelumnya, Sigit telah menceritakan peluang “Font” yang sekarang lagi dijalaninya. Ada potensi, untuk Kita, agar bisa berkreatif dalam dunia industri kreatif. Berikutnya, Ivan Yahya lebih condong membahas praktek “Hand Lettering”.

 

Tak lupa, Ardyana Putra sebagai praktisi design mengucapkan banyak terima kasih pada pihak Bkraf Denpasar, yang telah memberi ruang bagi insan kreatif melalui acara “Workshop Bkraf Academy”.

 

Ini sebagai ajang mempertemukan berbagai insan kreatif dan juga sarana berbagi dalam informasi tentang dunia “Font”, yang ternyata, bisa menghasilkan profit/laba,” terangnya.

 

Bahkan, Ardyana Putra menilai potensi pembuatan “Font”, sebagai salah satu peluang usaha kreatif, untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. “Semoga Workshop terus berlanjut, agar muncul bibit-bibit baru dari insan kreatif, yang tentunya, bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!