Wadahi Kreativitas Pemuda, ITB Stikom Bali Gelar Lomba Ogoh-ogoh Mini

 Wadahi Kreativitas Pemuda, ITB Stikom Bali Gelar Lomba Ogoh-ogoh Mini

Wawali Denpasar bersama Prof. Bandem saat meninjau lomba ogoh-ogoh mini.

Denpasar, Balikonten.com – Meski pandemi masih terjadi, kreatifitas pemuda dalam menyambut Hari Suci Nyepi mesti tetap diwadahi.

Ungkapan itu sepertinya layak mewakili sinergi Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali bersama Pemerintah Kota Denpasar, yang sepakat menggelar lomba ogoh-ogoh mini pada Minggu (7/3) di Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar.

Dalam praktiknya, kegiatan ini digerakkan Komunitas Seni Abianaya Aksata yang merupakan gabungan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tabuh Bramaragita dan UKM Tari Tradisional ITB Stikom Bali.

Dalam pidatonya setelah membuka kegiatan, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, SE., M.Si berterimakasih kepada Stikom Bali yang telah menghadirkan ruang kreatif bagi pemuda Bali.

“Saya mengapresiasi sekali kegiatan ini. Karena itu saya sangat tertarik ke ITB Stikom Bali agar kita bisa berdiskusi bagaimana melestarikan seni budaya Bali dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi,” kata Arya Wibawa.

Dia mengatakan kegiatan ini adalah kolaborasi yang apik. Menerjemahkan bahwa teknologi menjadi kata kunci pelestarian seni dan biaya Bali saat ini dan untuk ke depan.

Menurutnya kemajuan teknologi informasi harus dimanfaatkan untuk melestarikan nilai nilai kearifan lokal Bali yang terkandung dalam seni dan budayanya untuk diwariskan kepada anak cucu.

Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti yang menaungi ITB Stikom Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, MA dalam sambutannya menjelaskan, ITB Stikom Bali yang merupakan kampus IT tebaik kedua di Indonesia ini telah memiliki sebuah lembaga yang disebut Pusat Teknologi Komputer dan Budaya.

“Kami telah merepatriasi dan memproduksi ulang dokumentasi tetang Bali di masa lampau seperti film-film dan foto–foto yang sebelumnya tersimpan di luar negeri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Libur Lebaran di Bali Nyaman Pakai Mobil Listrik, Ini Alasan Mereka

Kata dia, para mahasiswa dan dosen juga telah membuat banyak aplikasi. Seperti Game Cerita Rakyat Interaktif “Petualangan I Belog”, Video Dokumen Pembuatan Layangan Janggan, Aplikasi Multimedia Pembelajaran Tari Legong Peliatan Berbasis Flash.

Aplikasi Multimedia Interaktif Pengenalan Kesenian Tari Sekar Jagat, Game Edukasi Pengenalan Basa Bali Pada Media Flash Cs 5.5

Wakil Rektor 1 ITB STIKOM Bali Ida Bagus Suradarma, SE, M.Si mengaku salut dengan kegiatan mahasiswanya.

“Dalam situasi pandemi ini kreatifitas mahasiswa muncul dan menginisiasi pameran dan lomba ogoh-ogoh dan sangat didukung pemerintah Kota Denpasar. Ternyata pemintnya lumayan banyak. Ini luar biasa. Saya salut dengan mereka,” kata Suradarma. (801)

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE