22/01/2026

Ramalan Weton Redite Pon Medangsia: Watak Karismatik, Jodoh Ideal, Karir Cemerlang, dan Tips Kesehatan ala Primbon Bali

menggendong bayi mimiliki arti yang cukup beragam

ilustrasi menggending bayi/ gabdullinayuka/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Di kalangan masyarakat Bali, weton kelahiran masih menjadi panduan penting untuk memahami karakter dan nasib seseorang. Salah satu kombinasi yang menarik perhatian adalah Redite Pon Wuku Medangsia—hari Minggu yang berpasaran Pon dalam siklus wuku Medangsia. Menurut primbon Bali dan sumber klasik seperti Lontar Tri Pramana serta Kalender Bali tradisional, weton ini membawa energi kuat dari Dewa Brahma yang memengaruhi watak, percintaan, karir, hingga kesehatan pemiliknya.

Watak yang Memikat dan Penuh Karisma

Orang yang lahir pada weton Redite Pon Medangsia langsung terlihat menonjol. Mereka pandai berbicara, mampu meredakan konflik dengan kata-kata lembut, serta tegas saat mengambil keputusan. Kreativitas mengalir deras; banyak di antara mereka yang senang menulis, berpidato, atau tampil di depan umum. Karisma alami membuat lingkaran pertemanan mereka selalu ramai.

Di sisi lain, mereka pekerja keras dan tekun, lebih memilih fokus pada tujuan ketimbang petualangan jauh. Hati mereka hangat, selalu siap membantu orang lain, dan setia pada prinsip. Namun, primbon juga mengingatkan adanya dorongan nafsu yang kuat serta kecenderungan pamer prestasi. Ketika emosi memuncak, terutama dalam hubungan, menjaga ketenangan menjadi kunci agar hidup tetap harmonis.

Jodoh yang Selaras dengan Hitungan Urip

Primbon Bali menghitung kecocokan jodoh melalui nilai urip weton. Redite Pon Medangsia memiliki urip 18. Pasangan paling harmonis datang dari weton seperti Sukra Paing Gumbreg (urip 24) yang menjanjikan rumah tangga rukun dan penuh kebahagiaan. Sebaliknya, kombinasi dengan Saniscara Keliwon Landep (urip 23) berpotensi mendatangkan tantangan berat jika tidak dihadapi dengan bijaksana.

Secara emosional, pemilik weton ini mudah terbawa perasaan dalam urusan asmara. Setelah menikah, mereka dikenal cekatan mengurus rumah tangga. Keluarga biasanya kecil namun sangat erat ikatannya. Memilih pasangan dengan perhitungan matang akan membawa kehidupan pernikahan yang stabil dan penuh kasih.

Karir dan Rezeki yang Mengalir Deras

Bakat komunikasi dan kepemimpinan menjadikan mereka cocok di berbagai bidang. Profesi seperti wirausaha, negosiator, seniman pertunjukan, penulis, atau pemimpin tim sering menjadi pilihan yang membawa kesuksesan. Energi kreatif yang tinggi membuat mereka mampu beradaptasi dengan peluang baru.

Rezeki datang melimpah bagi yang mau bekerja keras. Ketekunan mereka terbukti mampu mengatasi masa sulit, sementara kebiasaan merencanakan keuangan dengan cermat membantu kekayaan bertambah secara bertahap. Dalam primbon Jawa-Bali, karir pemilik Redite Pon Medangsia ibarat sungai deras—selalu bergerak maju dan membawa hasil manis bagi yang gigih.

Kesehatan: Menjaga Keseimbangan Jiwa dan Raga

Kesehatan pemilik weton ini sangat dipengaruhi kondisi emosi. Dorongan nafsu yang kuat dapat memicu ketegangan jika tidak terkendali, sehingga primbon menyarankan rutin meditasi, olahraga ringan, atau aktivitas yang menenangkan jiwa. Dengan demikian, energi positif Dewa Brahma dapat mengalir lancar.

Secara fisik, watak pekerja keras mendukung umur panjang selama pola istirahat terjaga dan gaya hidup berlebihan dihindari. Kesejahteraan optimal tercipta ketika tubuh dan pikiran seimbang, didukung kesadaran akan warisan tradisi Bali sehari-hari.

Weton Redite Pon Wuku Medangsia memperlihatkan perpaduan menarik antara kekuatan, kreativitas, dan kepekaan emosional. Ramalan primbon ini bukan akhir segalanya, melainkan pengingat untuk terus mengasah potensi terbaik sambil menjaga harmoni hidup. Warisan budaya Bali seperti ini tetap relevan sebagai cermin diri bagi generasi masa kini.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE