05/11/2026

Badung Caka Festival 2027: Ogoh-Ogoh Wajib Gunakan 60 Persen Bahan Alami, Undagi Harus Warga Lokal

Badung Caka Festival 2027 Hadirkan Aturan Baru: Material Alami dan Video Progres Ogoh-Ogoh

Seniman asal Canggu, I Putu Arif Suciawan/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Kebudayaan bersama Yowana Kabupaten Badung menggeliatkan persiapan ajang kreativitas pemuda menjelang Badung Caka Festival (BCF) 2027.

Seniman asal Canggu, I Putu Arif Suciawan, menjelaskan bahwa esensi utama dari workshop tingkat kecamatan ini adalah mempertajam pemahaman para peserta terhadap kriteria yang telah dirancang bersama Dinas Kebudayaan agar aplikatif di lapangan.

Dalam pemaparannya, ia merinci sejumlah pembaruan regulasi teknis yang perlu dicermati oleh para peserta, mulai dari penambahan durasi pelaporan, penyesuaian aturan tinggi ogoh-ogoh, hingga detail penggunaan material. Untuk kebebasan berkarya, Dinas Kebudayaan Badung tetap memberikan ruang tanpa tema khusus (bebas), namun dengan batasan kategori wujud seperti raksasa, dewa, hingga catur rupa yang berfokus pada kerangka estetik tradisional.

“Terkait penggunaan material, aturan ketat diberlakukan untuk menjaga esensi seni ramah lingkungan. Sebanyak 60 persen struktur bentuk awal ogoh-ogoh di luar kerangka konstruksi wajib menggunakan bahan alami. Sementara itu, penggunaan besi dan inovasi mesin mekanik tetap diperbolehkan sebatas sebagai penopang konstruksi dan gerak,” ujar Arif Suciawan saat menjadi narasumber dalam workshop Badung Caka Fest 2027 di Kantor Perbekel Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Kamis (29/10/2026).

Poin krusial yang menjadi sorotan dalam workshop ini adalah penekanan pada regenerasi dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal di setiap banjar. Arif Suciawan menegaskan, dukungan dana besar yang digelontorkan oleh Bupati Badung melalui event ini bertujuan murni untuk mencetak bibit-bibit seniman lokal yang mandiri, bukan sekadar mengejar gelar juara dengan mendatangkan tenaga pembuat (undagi) dari luar wilayah.

“Yang ditekankan di Badung Caka Fest 2027 ini, undaginya harus orang lokal Badung. Ini upaya pemerintah untuk mencetak seniman unggul di Kabupaten Badung,” tegasnya.

Sebagai langkah preventif terhadap potensi kecurangan, panitia juga memperketat instrumen pengawasan dan pelaporan karya. Jika pada tahun sebelumnya bukti progress pengerjaan cukup menggunakan foto, kini peserta diwajibkan menyetorkan dokumentasi berupa video yang didukung dan diawasi langsung oleh pihak desa adat serta Yowana. Kebijakan ini diharapkan mampu meredam polemik aduan antarpeserta dan mendorong transparansi penuh di tingkat akar rumput.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026