22/01/2026

Kajeng Kliwon hingga Galungan, Ini Daftar Rahinan November 2025

dewasa ayu kalender bali daftar rainan 2025

ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – November 2025 menjadi bulan penuh makna spiritual bagi umat Hindu di Bali, dengan serangkaian rahinan yang mencerminkan siklus kalender Saka. Berdasarkan perhitungan kalender Bali, bulan ini didominasi oleh hari suci seperti Purnama dan Tilem Sasih Kelima, serta Kajeng Kliwon yang jatuh pada pertemuan Triwara dan Pancawara tertentu. Puncaknya adalah rangkaian Hari Raya Galungan dan Kuningan, yang dirayakan setiap 210 hari sebagai simbol kemenangan dharma atas adharma. Berikut jadwal lengkap rahinan Hindu Bali November 2025.

Rahinan Sasih Kelima: Purnama dan Tilem

Rahinan bulanan seperti Purnama dan Tilem Sasih Kelima menandai posisi siklus bulan dalam kalender Bali, di mana umat Hindu melakukan persembahyangan untuk menyeimbangkan energi alam dan spiritual.

1.     5 November 2025: Purnama Sasih Kelima

Purnama jatuh pada hari ketika bulan berada dalam fase penuh, sesuai dengan sasih kelima kalender Bali. Umat Hindu memuja Sang Hyang Chandra sebagai manifestasi Tuhan yang melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Ritual utama meliputi persembahyangan di pura dan rumah untuk memohon anugerah kerahayuan, dengan sesaji seperti canang sari dan bubur.

2.     20 November 2025: Tilem Sasih Kelima

Tilem menandai fase bulan baru atau mati, bertepatan dengan Umanis Galungan. Persembahyangan difokuskan pada Sang Hyang Surya dan Sang Hyang Siwa sebagai pelebur kekotoran. Umat melakukan tapa brata sederhana, seperti puasa ringan, untuk membersihkan bhuana alit (diri) dan bhuana agung (alam semesta) dari pengaruh negatif.

Rahinan Kajeng Kliwon November 2025

Kajeng Kliwon terjadi setiap 15 hari dalam kalender Bali, sebagai pertemuan Triwara Kajeng dengan Pancawara Kliwon. Rahinan ini menjadi momen untuk menghaturkan segehan mancawarna di sanggah, pekarangan, dan gerbang rumah, guna menetralisir energi negatif dari bhuta kala.

1.     14 November 2025: Kajeng Kliwon Uwudan 

Uwudan merujuk pada periode setelah Purnama. Umat mempersembahkan bakti kepada kekuatan spiritual penjaga keseimbangan alam, dengan ritual pembersihan kecil di sekitar rumah.

2.     29 November 2025: Kajeng Kliwon Enyitan

Enyitan jatuh setelah Tilem, bertepatan dengan Hari Raya Kuningan. Persembahyangan menekankan perlindungan spiritual, termasuk sesaji segehan untuk menjaga harmoni energi di lingkungan sekitar.

Rahinan Anggar Kasih dan Sugihan

Selain siklus bulanan, November 2025 mencakup rahinan mingguan dan persiapan Galungan yang bersifat periodik.

1.     4 November 2025: Anggar Kasih Julungwangi 

Rahinan ini dirayakan setiap 210 hari, sebagai hari introspeksi dan nyomia spiritual. Umat memohon kepada Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi Ratu Pangeran untuk membersihkan pengaruh buruk di bhuana alit dan agung, melalui doa dan meditasi di merajan.

2.     13 November 2025: Sugihan Jawa 

Bagian awal persiapan Galungan, Sugihan Jawa melibatkan pembersihan lahiriah di pura dan tempat suci. “Jawa” di sini merujuk pada bhuana agung atau alam luar, dengan ritual pengeresikan untuk menyucikan lingkungan.

3.     14 November 2025: Sugihan Bali 

Melanjutkan Sugihan Jawa, hari ini fokus pada penyucian bhuana alit atau diri sendiri. Ritual mencakup melukat, mandi suci, dan pengendalian diri untuk mempersiapkan hati menyambut kemenangan dharma.

Rangkaian Hari Raya Galungan November 2025

Hari Raya Galungan, yang jatuh pada wuku Dungulan, menjadi puncak perayaan kemenangan dharma atas adharma. Rangkaian ini dimulai beberapa hari sebelum puncak, dengan ritual yang melambangkan perjuangan melawan sifat buruk (sad ripu) dan sambutan bagi dewa pitara.

1.     16 November 2025: Penyekeban 

Hari pengendalian hawa nafsu, di mana umat menyekeban atau merendam buah sebagai simbol penguasaan diri terhadap sifat negatif menjelang Galungan.

2.     17 November 2025: Penyajaan Galungan

Pemantapan niat melalui pembuatan jajanan khas Bali sebagai sesaji, untuk memperkuat keyakinan akan kemenangan kebaikan.

3.     18 November 2025: Penampahan Galungan

Persiapan fisik utama, termasuk pembuatan penjor, penyembelihan hewan kurban (mebat), dan pembuatan lawar. Simbol perjuangan awal melawan adharma melalui pengorbanan sifat kebinatangan.

4.     19 November 2025: Hari Raya Galungan

Puncak perayaan pada Budha Kliwon Dungulan, di mana dewa pitara turun ke bumi. Umat melakukan yadnya di rumah dan pura sebagai ungkapan syukur atas perlindungan dan anugerah.

5.     20 November 2025: Umanis Galungan

Hari silaturahmi dan refleksi, dengan kunjungan ke keluarga serta berbagi kebahagiaan dari kemenangan dharma.

6.     22 November 2025: Pemaridan Guru

Kembalinya manifestasi Tuhan dan guru ke Swarga Loka, dengan persembahyangan terima kasih atas berkah selama Galungan.

7.     23 November 2025: Ulihan

Simbol kembalinya roh leluhur ke alam sucinya, melalui upacara pelepasan pitara.

8.     24 November 2025: Pemacekan Agung

Persembahan untuk menjaga keselamatan, difokuskan pada Bhatara Siwa sebagai penjaga kemenangan dharma dari gangguan.

Rangkaian Hari Raya Kuningan November 2025

Kuningan, yang jatuh pada wuku Kuningan, menutup siklus Galungan sebagai pemujaan akhir kepada pitara sebelum kembali ke Swarga. Persembahyangan wajib dilakukan sebelum tengah hari.

1.     26 November 2025: Buda Paing Kuningan 

Persiapan akhir upacara, termasuk penyucian banten dan perlengkapan sesaji.

2.     28 November 2025: Penampahan Kuningan

Fokus pada pembuatan sesaji khas dengan janur kuning atau kunyit, simbol kemakmuran menjelang puncak.

3.     29 November 2025: Hari Raya Kuningan

Penutup rangkaian, dengan yadnya untuk menghormati pitara dan memohon keselamatan berkelanjutan. Setelah pukul 12 siang, diyakini dewa dan leluhur kembali ke Swarga.

Dengan rangkaian rahinan seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, serta puncak perayaan Galungan dan Kuningan, November 2025 menjadi momen penuh makna bagi umat Hindu Bali untuk memperkuat spiritualitas, menghormati leluhur, dan merayakan kemenangan dharma atas adharma. Semoga setiap ritual yang dilakukan membawa kedamaian, keseimbangan, dan anugerah bagi bhuana alit dan bhuana agung.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE