22/01/2026

Filosofi Pemacekan Agung dan Spirit Persatuan di Pura Penataran Agung Punduk Dawa

Filosofi Pemacekan Agung dan Spirit Persatuan di Pura Penataran Agung Punduk Dawa

Filosofi Pemacekan Agung dan Spirit Persatuan di Pura Penataran Agung Punduk Dawa/ balikonten

KLUNGKUNG, BALIKONTEN.COM – Nuansa sakral menyelimuti kawasan Banjar Punduk Dawa, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung, Senin (24/11/2025). Gema genta berpadu dengan lantunan kidung suci dan semarak gamelan mengiringi ribuan umat yang memadati Pura Penataran Agung Catur Parhyangan Ratu Pasek Linggih Bhatara Mpu Ghana.


Bertepatan dengan Soma Pemacekan Agung, pura yang berdiri megah di ketinggian ini menggelar pujawali ke-16. Momen ini bukan sekadar ritual rutin, melainkan menjadi ruang refleksi bagi semeton (warga) Pasek untuk memperteguh ikatan persaudaraan di tengah dinamika zaman.


Momentum Menjaga Harmoni


Ketua Umum Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, I Nyoman Kenak, yang hadir dalam prosesi tersebut, menekankan pentingnya menjadikan momentum spiritual ini sebagai landasan sosial. Sebagai salah satu populasi klan terbesar di Bali, warga Pasek diharapkan menjadi pionir dalam merawat keharmonisan.


Ia mengingatkan kembali filosofi Wasudewa Kutumbakam (kita semua bersaudara) serta semangat segilik-seguluk, selunglung-sebayantaka, paras-paros sarpanaya yang bermakna persatuan, kebersamaan, dan saling menghargai perbedaan.
“Soma Pemacekan Agung adalah momentum menjaga harmonisasi. Ini adalah implementasi nyata dari kemenangan dharma yang kita dengungkan saat Galungan dan Kuningan,” ujar Kenak.
Lebih jauh, Kenak menjabarkan bahwa kemenangan dharma tidak hanya sebatas ritual vertikal kepada Tuhan (Parhyangan), tetapi juga horizontal. Hal ini mencakup hubungan harmonis antar-sesama manusia (Pawongan) dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan (Palemahan), sebagaimana yang telah dimaknai dalam perayaan Tumpek Wariga sebelumnya.


Nilai Universal dan Jati Diri


Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, menyoroti posisi strategis Pura Punduk Dawa sebagai tonggak peradaban dan identitas warga Pasek. Menurutnya, warga Pasek memegang teguh nilai-nilai universal agama, adat, dan budaya yang diwariskan leluhur.
Pandu mengajak seluruh semeton untuk menata diri dan konsisten menjalankan Catur Swadharmaning Kepasekan—empat kewajiban utama warga Pasek.


“Mari kita guyub dalam pasemetonan, meniadakan pertentangan yang tidak perlu. Pura ini harus tetap menjadi simbol bahwa warga Pasek mampu menerjemahkan warisan leluhur, bahwa kita adalah Tosning Brahmana Jati,” tuturnya.


Rangkaian upacara pujawali yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita ini berlangsung lancar dan sarat vibrasi kesucian. Berdasarkan jadwal panitia, rangkaian upacara atau penyineban akan dilaksanakan pada Minggu (30/11/2025) mendatang.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE