Lahir di Wuku Kuningan: Pinih Tenget, Rawan Melik, dan Ber coincides dengan Pemacekan Agung serta Kuningan 2025

ilustrasi bayi/bongbabyhousevn/balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Banyak orang Bali yang lahir di Wuku Kuningan merasa hidupnya seperti berjalan di atas tali tipis. Rejeki seret, masalah datang bertubi, dan ketenangan hati sulit diraih.
Menurut tradisi wariga Bali, kelahiran pada wuku ini memang tergolong “pinih tenget” alias sangat kuat energinya, bahkan sering masuk kategori melik yang wajib diruwat agar sekala niskala tetap seimbang.
Wuku Kuningan berada di bawah pengaruh Betara Indra, dengan pengawak Sang Kala Dengen. Simbol kayunya kepuh dan wijaksesuma, burungnya kepudang dan puwuh, binatangnya koci, serta bintangnya Lintang Kukus.
Orang yang lahir di wuku ini umumnya berparas menarik, pandai bicara, teliti, berhati-hati, tapi juga besar angkuhnya, boros, dan susah menabung. Tak jarang mereka suka menyendiri dan sulit mendapat teman setia.
Yang lebih mencemaskan, Wuku Kuningan tahun 2025 ini bersamaan dengan hari Pemacekan Agung (22 November) dan Hari Raya Kuningan (29 November). Kombinasi ini membuat energi tenget semakin kuat. Berikut ramalan lengkap berdasarkan wacana kelahiran dari Lontar Raspati Kalpa untuk otonan yang jatuh pada 23–29 November 2025:
Minggu Redite Wage, 23 November 2025
Masa kecil penuh kesusahan, usaha sering gagal, keras kepala, dan rawan bahaya. Termasuk kelahiran melik penjelmaan Sang Wasi Baya. Wajib diruwat oleh Dalang Samirana serta melukat Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Senin Soma Kliwon, 24 November 2025
Pengorbanan malah menyusahkan diri sendiri, mudah tersinggung, kebaikan sering dimanfaatkan. Pas dengan Pemacekan Agung, tergolong Nunggal Melik Dewa dan Durga, rawan fitnah. Wajib pebayuhan oton melik, diruwat Dalang Samirana, serta melukat Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Lahir Wuku Kuningan Menurut Pancawara dan Saptawara
Selasa Anggara Umanis, 25 November 2025
Hindari ikut campur urusan orang lain dan berutang, karena sulit dilunasi. Sifat cemburu dan bingung mudah muncul. Cukup pebayuhan oton rutin plus melukat Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
Rabu Buda Paing, 26 November 2025
Waspada tinggi, umur panjang, tapi kadang angkuh dan mudah terbawa nafsu. Pebayuhan oton serta melukat Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta sudah cukup untuk menetralkan.
Kamis Wraspati Pon, 27 November 2025
Bahaya datang dari orang yang membenci, kebahagiaan sulit diraih, rawan meninggal di puncak sukses atau tengah umur. Termasuk melik keras kena Lintang Bade (layu sebelum berbuah). Segera bayuh oton melik, diruwat Dalang Samirana, serta melukat Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Jumat Sukra Wage, 28 November 2025
Jujur, suka menolong, tapi hidup sering susah. Rawan celaka karena senjata tajam, hindari bermusuhan dan berutang. Pebayuhan oton serta melukat Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta menjadi solusi.
Sabtu Saniscara Kliwon, 29 November 2025
(bertepatan Kuningan) Hidup penuh masalah, tidak disukai saudara kandung, rumah tangga rawan retak atau salah satu pasangan meninggal. Termasuk melik berat, wajib diruwat Dalang Samirana serta melukat Asta Pungku, Sudamala, dan Gangga Amerta.
Mengapa Otonan Harus Diperhatikan Serius?
Otonan bukan sekadar tradisi turun-temurun. Di hari itu kita mempersembahkan banten kepada jiwa yang bereinkarnasi dan kepada Nyama Papat (ari-ari, darah, getah kuning, dan lendir) yang menemani sejak lahir hingga akhir hayat. Kalau sampai lupa atau asal-asalan, jiwa menjadi tidak stabil: malas belajar, malas kerja, malas sembahyang, rezeki seret, sering sakit, dan hidup terasa berat.
Tips Memilih Tempat dan Pemuput Otonan yang Taksu
Banyak yang memilih tempat otonan hanya karena dekat, cepat, atau murah. Padahal di urusan niskala, yang terpenting adalah taksu tempat dan taksu pemangku atau pinandita yang memuput.
Tanda tempat dan pemuput yang taksu sangat sederhana: selalu ramai dikunjungi orang. Sama seperti warung makan, kalau sepi berarti ada yang kurang pas. Pakaian putih kuning dan hafal mantra saja tidak cukup. Taksu itu anugerah Ida Sang Hyang Widhi kepada orang-orang tertentu. Orang yang mataksu pasti dicari banyak orang, karena upacara yang dipuputnya benar-benar membawa dampak positif di alam niskala.
Bagi yang lahir di Wuku Kuningan 2025 ini, jangan tunda pebayuhan oton dan ruwat melik. Segera cari tempat dan pemuput yang sudah terbukti taksunya agar hidup lebih ringan, rezeki mengalir, dan sekala niskala kembali selaras.
***

