22/01/2026

Menjaga Nyala Spiritualitas Bali: Sosialisasi Empat Pilar di Pura Bukit Mentik Bangli

Menjaga Nyala Spiritualitas Bali: Sosialisasi Empat Pilar di Pura Bukit Mentik Bangli

Menjaga Nyala Spiritualitas Bali: Sosialisasi Empat Pilar di Pura Bukit Mentik Bangli/balikonten

BANGLI, BALIKONTEN.COM – Di bawah naungan udara sejuk Kintamani, tepatnya di pelataran Pura Bukit Mentik, semangat kebangsaan berpadu mesra dengan tradisi spiritual masyarakat Bali. Pada Kamis (11/12/2025), suasana khidmat menyelimuti pertemuan antara wakil rakyat dan para penjaga tradisi dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas formal kenegaraan. Anggota MPR RI, I Komang Merta Jiwa, hadir langsung untuk berdialog dengan 150 peserta yang terdiri dari para pemangku, pendeta, prajuru, hingga pengempon Pura Bukit Mentik. Mereka berkumpul dengan satu tujuan besar: memperkokoh pemahaman tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam napas kehidupan sehari-hari.

Pancasila yang Hidup dalam Tradisi Ngayah

Bagi masyarakat Bali, Pancasila—terutama sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa—adalah oksigen yang mereka hirup setiap hari. I Komang Merta Jiwa menegaskan bahwa nilai-nilai ketuhanan di Bali telah menjadi fondasi moral dan etika yang sangat kuat.

“Masyarakat Bali telah mengimplementasikan nilai Pancasila secara nyata. Sejak bangun pagi hingga kembali beristirahat, laku spiritual dan ritual keagamaan yang dijalankan adalah cerminan hidup dari dharma,” ujar I Komang Merta Jiwa di hadapan para peserta.

Beliau menyoroti peran vital para pemangku dan pengempon pura sebagai benteng pertahanan budaya. Semangat ngayah—bekerja tulus ikhlas tanpa pamrih untuk kepentingan pura dan masyarakat—adalah manifestasi tertinggi dari gotong royong dan persatuan bangsa.

Payung Hukum dan Perlindungan Warisan Luhur

Diskusi berkembang hangat ketika membahas keberadaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali. Kehadiran regulasi ini menjadi bukti nyata bahwa negara berkomitmen penuh melindungi kesucian pura dan kearifan lokal Bali.

Negara memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk menjaga warisan leluhur. Namun, tantangan besar muncul di era modern: bagaimana menjaga semangat ngayah agar tetap menyala di sanubari generasi muda?

Menjawab kegelisahan tersebut, narasumber menekankan pentingnya pendekatan edukatif. “Kita harus melibatkan generasi muda secara aktif dalam kegiatan adat. Pendidikan nilai dan keteladanan dari para orang tua adalah kunci agar mereka tetap peduli pada pelestarian pura dan nilai spiritual kita,” tambahnya.

Sinergi untuk Masa Depan NKRI

Sosialisasi ini melahirkan kesepakatan moral yang kuat antara pemerintah dan masyarakat adat. Ada harapan besar agar negara terus meningkatkan dukungan terhadap kesejahteraan para pengempon pura yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga taksu Bali.

Melalui dialog di Wantilan Pura Bukit Mentik ini, pesan yang disampaikan sangat jelas: nilai-nilai kebangsaan Indonesia tumbuh subur di tanah Bali melalui ritual, budaya, dan rasa kebersamaan. Menjaga Bali berarti menjaga salah satu pilar terkuat yang menyokong tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE