Lebih Cendrung Pendiam, Begini Ramalan Lahir Wuku Pujut

ilustrasi bayi bersama ibu yang hendak disapih/ Pexels/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Dalam kalender Bali yang kaya akan makna spiritual, wuku Pujut menempati posisi khusus sebagai salah satu dari 30 wuku dalam siklus Pawukon 210 hari. Wuku ini sering dikaitkan dengan karakter pribadi yang kuat, penuh pesona, tetapi juga rawan terhadap fitnah dan tantangan dalam kehidupan rumah tangga.
Berdasarkan lontar kuno seperti Raspati Kalpa, kelahiran pada wuku Pujut membawa pengaruh unik, termasuk risiko dari Rangda Tiga yang bisa memicu emosi tidak stabil hingga masalah serius seperti perceraian.
Hari ini, Minggu 14 Desember 2025, bertepatan dengan Redite Kliwon Pujut, menjadi momen otonan bagi mereka yang lahir pada kombinasi wewaran ini. Otonan sendiri merupakan perayaan kelahiran setiap 210 hari, yang esensial untuk menjaga harmoni antara sekala (dunia nyata) dan niskala (dunia gaib).
Ritual pebayuhan otonan melibatkan persembahan upakara kepada jiwa yang bereinkarnasi serta kepada Nyama Papat—empat saudara gaib yang mendampingi manusia sejak lahir, menjaga keseharian, hingga mengantar ke alam akhirat.
Mengabaikan ritual ini bisa menyebabkan jiwa menjadi gelisah, malas berusaha, sulit mendapatkan rezeki, dan mudah jatuh sakit. Nyama Papat layaknya pendamping setia yang perlu dihormati melalui persembahan rutin, agar kehidupan terasa lebih didukung dan seimbang.
Menurut Wacakan Kelahiran dalam Lontar Raspati Kalpa, wuku Pujut dilindungi oleh Betara Guritna. Simbolnya mencakup kayu pule, burung jalak, binatang alu, serta gedung dan lumbung yang penuh isi. Ini mencerminkan potensi rezeki melimpah dan kemakmuran yang besar.
Watak Umum Orang Lahir di Wuku Pujut
Mereka yang lahir pada wuku ini umumnya pendiam dengan suara yang enak didengar, berhati besar, budi pekerti halus, hasrat kuat, dan suka berpenampilan menarik. Penampilan mereka rupawan, sering dicari orang lain, serta memiliki rezeki sandang dan pangan yang berlimpah.
Namun, sisi lemahnya adalah mudah menjadi sasaran fitnah atau omongan negatif. Kebaikan hati mereka kadang disalahartikan, memicu ketidaksetiaan atau kehancuran akibat emosi yang meledak-ledak, seperti serangan jantung mendadak atau terkena ilmu hitam saat sedang bertengkar.
Watak Spesifik Berdasarkan Wewaran Hari Lahir
Watak lebih detail ditentukan oleh kombinasi saptawara dan pancawara:
- Redite Kliwon Pujut (seperti 14 Desember 2025): Pendiam tapi berjiwa keras, sulit diajak bermusyawarah, berisiko terjerat judi, meski pada akhirnya sering sukses. Pintar berdebat, sabar, sopan, tetapi keras kepala dan sulit menerima nasihat. Bahaya sering mengintai, bahkan ada risiko salah satu anak meninggal dini. Termasuk kelahiran melik, sehingga wajib melakukan pebayuhan oton dan ruwatan oleh dalang samirana, dilengkapi penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, serta Gangga Amerta.
- Soma Umanis Pujut: Ramah, sopan, dermawan, suka merantau dan ikut campur urusan orang lain. Pekerjaan lancar dengan hasil memuaskan, hasrat hidup sederhana. Perlu pebayuhan untuk menebus hutang panumadi, ditambah penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.
- Anggara Paing Pujut: Rajin bekerja, suka menolong, pemarah, sulit percaya orang, tapi mudah berteman dan murah hati—kadang sampai rakus. Ritual pebayuhan oton dengan penglukatan serupa diperlukan.
- Buda Pon Pujut: Tekun, sopan, mudah berteman, suka memamerkan kepandaian, gampang tersinggung, iri hati, tapi berpotensi menjadi kaya raya. Kelahiran melik, disukai wong samar, umur cenderung pendek. Wajib ruwatan dalang samirana dan penglukatan lengkap.
- Wraspati Wage Pujut: Ambisius tinggi, pandai, rajin, mudah berteman, tapi pendendam dan keras hati yang bisa memicu kehancuran diri. Pebayuhan dengan penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta menjadi solusi.
- Sukra Kliwon Pujut: Pintar bicara, pandangan luas, hati baik, pergaulan menyenangkan, serba bisa, meski kadang malas. Wanita biasanya tegas dalam berbicara. Pebayuhan rutin sangat dianjurkan.
- Saniscara Umanis Pujut: Berjiwa kesatria, disukai masyarakat, paham tata krama, cepat marah tapi mudah memaafkan, suka dipuji, sering difitnah. Ada pengaruh Durga, potensi kedalih atau ngeliak. Kelahiran melik, wajib ruwatan dan penglukatan lengkap.
Pengaruh Rangda Tiga pada Wuku Pujut
Wuku Pujut masuk dalam kelompok Rangda Tiga, bersama Wariga, Warigadian, Pahang, Menail, dan Prangbakat. Pengaruh ini dianggap keramat dan powerful, sering memunculkan energi “panas” yang menyebabkan emosi labil, rumah tangga bermasalah, sakit berkepanjangan, perceraian, hingga ditinggal pasangan menjadi janda atau duda. Sifat keras hati semakin memperburuk keadaan, meski di sisi lain membawa ketabahan dan rezeki berlimpah.
Solusi utama adalah ritual penebusan secara rutin: pebayuhan oton, serta penglukatan khusus seperti Sapuh Lara Pemanumadian, Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta. Banyak umat Hindu Bali yang melaporkan perubahan nyata setelah melaksanakannya, seperti rumah tangga kembali harmonis dan kesehatan pulih.
Tradisi wariga Bali ini mengajarkan pentingnya keseimbangan hidup dengan menghormati dunia gaib. Bagi yang lahir di wuku Pujut, memahami watak bawaan membantu mengendalikan sisi negatif sambil memaksimalkan potensi positif, terutama melalui pelaksanaan otonan tepat waktu. Dengan begitu, kehidupan bisa lebih damai dan penuh berkah.
***

