Refleksi Ritual Napak Pertiwi dan Kemegahan Baru Pura Dalem Griya Sakti Kabetan

Refleksi Ritual Napak Pertiwi dan Kemegahan Baru Pura Dalem Griya Sakti Kabetan/ balikonten
GIANYAR, BALIKONTEN.COM – Desa Adat Griya Sakti Kabetan, Desa Bakbakan, Gianyar baru saja menuntaskan rangkaian ritual sakral Napak Pertiwi Ida Sesuhunan yang berlangsung pada pertengahan Januari 2026. Momentum ini tidak hanya menjadi rutinitas upacara, tetapi juga menandai babak baru bagi krama desa dengan berdirinya Kori Agung yang telah dinanti selama belasan tahun.
Tradisi Napak Pertiwi: Harmoni Sekala dan Niskala
Ritual Napak Pertiwi yang dilaksanakan pada Anggara Kasih Tambir, Rabu (14/1), menjadi puncak dari manifestasi spiritual krama setempat. Sebagai tradisi yang rutin digelar setiap piodalan di Pura Dalem, ritual ini memiliki esensi mendalam bagi masyarakat Bali.
Pembersihan Alam: Secara filosofis, Napak Pertiwi diartikan sebagai sentuhan energi suci Ida Sesuhunan ke bumi (pertiwi) untuk menetralisir energi negatif (bhuta) menjadi energi positif (dewa).
Perlindungan Umat: Ritual ini diyakini memberikan proteksi bagi wewidangan (wilayah) desa dan keselamatan bagi krama penyungsungnya dari mara bahaya.
Pesan Moral Calonarang: Pementasan legendaris Calonarang yang mengiringi ritual ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan tentang pentingnya menjaga keseimbangan dan ilmu pengetahuan untuk kebaikan, sebagaimana kisah Empu Baradah dalam meredam wabah di Kerajaan Kediri.
Pencapaian Bersejarah: Kori Agung yang Megah
Januari 2026 menjadi catatan sejarah penting bagi Desa Adat Griya Sakti Kabetan. Cita-cita yang dirajut selama 15 tahun terakhir akhirnya terwujud melalui pembangunan Kori Agung, tembok penyengker, serta pilar Wantilan Serbaguna.
“Astungkara, pembangunan ini adalah buah dari kesabaran dan gotong royong. Kori Agung ini sudah dipelaspas pada Senin (12/1) oleh Ida Pedanda Gede Buruan Manuaba,” ujar Ida Bagus Putu Udana, Manggala Panitia Wewangunan.
Keberhasilan pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi multisektor, mulai dari anggaran desa, bantuan Pemerintah Kabupaten Gianyar, dana CSR PT Pelindo, hingga punia (sumbangan ikhlas) dari para donatur.
Harapan Masa Depan: Memperkuat Tri Hita Karana
Pasca suksesnya piodalan ageng dan pembangunan fisik ini, Bendesa Adat Griya Sakti Kabetan, Ida Bagus Ketut Adnyana, berharap semangat kebersamaan krama tetap terjaga.
Fokus ke depan adalah terus menyelaraskan tiga unsur utama kehidupan (Tri Hita Karana):
Parahyangan: Peningkatan kualitas bhakti melalui pemeliharaan pura. Pawongan: Menjaga kekompakan dan solidaritas antar warga. Palemahan: Melestarikan lingkungan desa agar tetap asri dan harmonis.
Tradisi Napak Pertiwi dan kemegahan arsitektur baru di Pura Dalem Griya Sakti Kabetan kini berdiri sebagai simbol kekuatan iman dan dedikasi masyarakat Gianyar dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus zaman.
***

