22/01/2026

Selain Pasang Pagar, Pemkab Badung Pasang CCTV di Jembatan Bangkung

Memperketat Pengamanan Jembatan Tukad Bangkung: Upaya Badung Menghapus Stigma Negatif

Memperketat Pengamanan Jembatan Tukad Bangkung: Upaya Badung Menghapus Stigma Negatif/ balikonten

MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Kabupaten Badung kini mengambil langkah tegas untuk menjaga keamanan di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga. Sebagai respons atas meningkatnya angka kejadian tragis di lokasi tersebut, sistem pengawasan berbasis teknologi dan pengamanan fisik mulai diperketat guna mencegah aksi percobaan bunuh diri.

Pengawasan 24 Jam Melalui Penambahan CCTV

Langkah nyata yang diambil adalah digitalisasi pengawasan. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, mengonfirmasi adanya penambahan unit kamera pengawas di titik-titik krusial jembatan.

“Kami menambahkan dua CCTV baru di posisi tengah dan timur jembatan. Sekarang, total ada tiga CCTV aktif yang memantau seluruh aktivitas selama 24 jam penuh,” ujar Jaya Saputra saat memberikan keterangan di Mangupura, Rabu.

Kehadiran teknologi ini bukan sekadar formalitas. Diskominfo Badung memproyeksikan sistem pemantauan ini sebagai bagian dari pengembangan kawasan yang memerlukan perhatian khusus. Penajaman pengawasan ini diharapkan menjadi langkah preventif yang mampu mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini sebelum insiden terjadi.

Memulihkan Citra Wisata Pelaga

Jembatan Tukad Bangkung sejatinya adalah ikon pariwisata di Kecamatan Petang. Namun, rentetan peristiwa sepanjang tahun 2025 sempat menggeser persepsi publik terhadap kemegahan jembatan ini.

Pemkab Badung berkomitmen penuh untuk mengembalikan reputasi positif kawasan ini. “Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik pariwisata unggulan di Desa Pelaga, bukan tempat yang dikaitkan dengan hal-hal negatif,” tegas Jaya Saputra.

Kolaborasi Pengamanan Fisik dan Petugas Lapangan

Selain teknologi kamera, pengamanan fisik di lapangan juga diperkuat. Plt Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra, menjelaskan bahwa Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah memasang kawat berduri di sepanjang pagar jembatan untuk menghalangi akses berbahaya.

Langkah ini juga didukung oleh keterlibatan masyarakat lokal. “Kami bersama pihak Desa Belok menyiagakan petugas untuk berjaga di pos-pos pengamanan yang sudah tersedia,” jelas Darma Putra.

Sinergi antara pemerintah, teknologi, dan penjagaan manusia ini bertujuan untuk memastikan Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi destinasi yang aman dan nyaman. Dengan pengawasan ketat, diharapkan tidak ada lagi ruang bagi peristiwa tragis, sehingga wisatawan dapat kembali menikmati keindahan alam Pelaga tanpa rasa khawatir.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE