22/01/2026

Watak Penuh Gairah, Jodoh yang Menyeimbang, dan Karier yang Meledak-Ledak, Begini Ramalan Sukra Paing Wuku Dungulan

hari baik atau dewasa ayu menyapih anak selama tahun 2024

ilustrasi bayi bersama ibu yang hendak disapih/ Pexels/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Sari, 28 tahun, memesan kopi hitam tanpa gula sambil menghela napas panjang. “Aku ini kok kayak roda ferris yang nggak pernah berhenti muter,” katanya sambil tertawa kecil. Dalam dua tahun, dia sudah tiga kali ganti pekerjaan. Ambisi menggunung, tapi seringkali berakhir frustrasi.

Ternyata, setelah membuka primbon keluarga, weton Sari jatuh pada Sukra Paing Wuku Dungulan — salah satu kombinasi hari lahir dalam kalender Jawa-Bali yang terkenal “berapi-angin”. Bagi banyak orang Indonesia, terutama yang masih mendengar cerita nenek tentang weton dan wuku, ramalan ini bukan sekadar mitos. Ia seperti GPS warisan leluhur yang membantu memahami mengapa kita begitu bersemangat, tapi juga mudah meledak-ledak.

Di tengah gempuran zodiak Barat dan ramalan TikTok, primbon Jawa-Bali tetap jadi rujukan jutaan orang. Kali ini, kita kupas tuntas watak, jodoh, hingga karier orang yang lahir Sukra Paing Wuku Dungulan — dengan bahasa kekinian, cerita nyata, dan sedikit bumbu humor.

Watak: Jenius yang Kadang Lupa Rem

Bayangkan otak Anda adalah mobil Formula 1. Kecepatan luar biasa, tapi remnya agak tipis. Itulah Sukra Paing Wuku Dungulan dalam satu kalimat.

Hari Sukra (Jumat) membawa energi harmoni dan kreativitas, Paing menambah gairah yang membara, sementara Wuku Dungulan — yang dinaungi Dewa Kamajaya, dewa cinta dan hasrat — membuat orang-orang ini penuh ide liar. Hasilnya? Pribadi cerdas, berwawasan luas, tutur kata lembut, dan karisma yang bikin orang lain otomatis melirik.

“Saya bisa bikin proposal bisnis sampai subuh, tapi kalau WiFi lemot lima menit, dunia rasanya mau kiamat,” cerita Sari sambil geleng-geleng kepala. Pengakuan serupa saya dengar dari banyak pemilik weton ini: mereka idealis, pekerja keras, dan sering jadi pusat perhatian. Tapi di sisi lain, pemarah, gampang tersinggung, dan kadang boros level dewa.

Menurut ahli primbon di Yogyakarta, kunci kata untuk weton ini adalah “gegabah tapi tabah”. Rejeki memang mengalir deras, tapi kalau nggak dikendalikan, habisnya juga cepat. Simbol Lintang Bubu Bolong menegaskan mereka setia, suka filsafat, dan punya jiwa spiritual tinggi. Jadi kalau hidup Anda terasa seperti drama Korea — penuh plot twist emosional — selamat, Anda sedang menjalani skenario asli Sukra Paing Wuku Dungulan.

Jodoh: Cari yang Bisa Jadi Pemadam Kebakaran

Dalam urusan cinta, pemilik weton ini seperti kembang api: cantik, memukau, tapi bisa meledak kalau salah penanganan.

Total neptu Sukra Paing adalah 15. Menurut primbon Patemon, pasangan ideal memiliki neptu 14, 18, atau 23 — misalnya Soma Paing, Saniscara Pon, atau Buda Kliwon tertentu. Kombinasi ini menciptakan “petemon suami-istri” yang harmonis: rumah tangga adem, rejeki lancar, umur panjang.

Sari pernah pacaran dengan cowok Redite Wage (neptu 9). Hasilnya? “Ribut mulu. Dia santai banget, aku butuh gerak cepat.” Kini ia bahagia bersama pasangan Soma Kliwon Wuku Sinta yang sabar dan mampu “mendinginkan” amarahnya.

“Orang Dungulan butuh pasangan yang stabil dan grounding,” ujar Ida Bagus, ahli primbon asal Denpasar. Mereka romantis abadi, cepat jatuh cinta, tapi setia kalau sudah menemukan “klik”. Hindari neptu 7 atau 28 kalau tidak mau rumah tangga seperti sinetron penuh badai.

Tips praktis: cari yang sopan santun, punya kesabaran ekstra, dan kalau bisa menikah di hari baik seperti Sukra Wage atau Buda Kliwon. Cinta mereka memang berapi-api, tapi dengan pasangan yang tepat, api itu jadi tungku penghangat sepanjang masa.

Karier: Jangan Dikurung di Kubikel

Sari kini punya studio desain grafis sendiri yang mengusung branding bernuansa budaya Jawa. “Awalnya takut bangkrut, eh malah klien ngantri,” katanya bangga. Cerita sukses serupa banyak saya temui dari pemilik weton ini.

Primbon kuno memang merekomendasikan pekerjaan yang berhubungan dengan alam dan pertanian — karena energi “panas” Paing butuh tanah untuk disalurkan. Tapi di zaman now, artinya luas: segala profesi yang butuh kreativitas, inovasi, dan interaksi manusia.

Mereka cocok jadi pengajar, motivator, konsultan, desainer, content creator, marketer, bahkan founder startup. Yang penting: pekerjaan itu harus dinamis. Kalau dikurung di rutinitas 9-to-5 yang monoton, mereka bisa stres berat.

“Ambisi Wuku Dungulan besar sekali, asal emosi terkendali, puncak karier menanti,” kata Ida Bagus. Banyak pengusaha sukses Bali lahir di weton ini — disenangi orang besar, rejeki mudah datang, tapi tetap harus belajar hemat.

Jadi kalau saat ini Anda merasa stuck, coba pindah ke bidang yang memungkinkan Anda berbagi ide, memimpin tim, atau menciptakan sesuatu yang baru. Kartu weton Anda sudah bagus, tinggal mainkannya dengan cerdas.

Pesan Penutup dari Sari

Sebelum kami berpisah, Sari menutup obrolan dengan kalimat yang ngena: “Dulu aku takut ramalan ini bikin aku pasrah pada nasib. Sekarang aku pakai sebagai kompas — tahu kelemahan, maksimalkan kelebihan.”

Itulah indahnya primbon Jawa-Bali: bukan untuk membatasi, tapi untuk memahami diri lebih dalam. Bagi Anda yang lahir Sukra Paing Wuku Dungulan, rayakan api semangat dalam diri — tapi jangan lupa siapkan air penyejuk di sampingnya.

Karena pada akhirnya, hidup itu bukan hanya soal weton, tapi bagaimana kita menari bersama irama yang sudah ditulis leluhur — dan tetap menulis babak baru dengan tangan sendiri.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE