Watak Lahir Selasa Kliwon Julungwangi: Kelembutan Berpadu Keberanian

ilustrasi menggending bayi/ gabdullinayuka/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Lahir di hari Selasa yang jatuh pada pasaran Kliwon, tepat di wuku Julungwangi. Dalam tradisi Primbon Bali, kelahiran ini membawa aura energi dinamis yang unik.
Watak kelahiran Anggara Kliwon Julungwangi mencerminkan perpaduan harmonis antara hari Anggara, pasaran Kliwon, dan siklus wuku yang sarat makna.
Orang-orang dengan neptu hari ini kerap menonjol di tengah masyarakat, berkat sifat-sifat menarik yang mudah dikenali. Ramalan Primbon Bali mengupas karakter ini secara mendalam, menjadi panduan untuk mengenali potensi sekaligus tantangan hidup.
Anggara Kliwon Julungwangi
Sistem kalender Pawukon Bali menyatukan saptawara (tujuh hari minggu) dengan pancawara (lima pasaran), ditambah wuku dalam siklus 210 hari. Anggara Kliwon Julungwangi muncul saat Selasa bertemu Kliwon di wuku Julungwangi, yang melambangkan tunas baru yang sedang bertumbuh. Hari ini juga dikenal sebagai Anggara Kasih Julungwangi, saat umat Hindu di Bali menggelar upacara di pura untuk memohon berkah keselamatan.
Pengaruh Dewa Sambu mendominasi kelahiran ini, membawa nuansa kelembutan dan keterbukaan hati. Neptu Anggara bernilai 3, Kliwon 8, sehingga total neptu tinggi menandakan aliran energi kuat. Orang tua sering menggunakan ramalan Primbon Bali ini untuk membimbing anak sejak kecil, memahami jalan hidup yang selaras dengan tradisi leluhur.
Sifat Dominan
Individu lahir Anggara Kliwon Julungwangi tampil lemah lembut dalam keseharian. Mereka penuh kasih sayang terhadap keluarga dan sahabat, selalu siap memberi bantuan tulus. Keramahan alami membuat pertemanan terjalin cepat, didukung kemampuan berbicara yang mengalir dan menghibur.
Keberanian menyelinap di balik sikap lembut itu. Mereka gesit dalam beraktivitas, gemar bercanda, dan menebar keceriaan ke segala penjuru. Kemurahan hati terlihat dari kepekaan terhadap penderitaan orang lain, plus kemampuan menjaga rahasia dengan rapat. Rumah mereka tertata rapi, pakaian selalu prima, mencerminkan selera estetika yang halus.
Bakat merangkai kata menjadi senjata utama. Insting membaca karakter orang lain begitu tajam, mendukung hubungan sosial dan karier. Watak kelahiran Anggara Kliwon Julungwangi ini kerap membangun jaringan luas, penuh dukungan mutual yang saling menguatkan.
Potensi Besar dan Hambatan
Primbon Bali menyoroti bakat melimpah di bidang seni, pidato, atau pelayanan masyarakat. Mereka mudah jenuh dengan rutinitas, tapi adaptasi cepat menjadi kekuatan. Kepekaan emosi tinggi membuat hati gampang tersentuh, meski rawan kelelahan jika menyerap terlalu banyak beban orang lain.
Pada usia 7-12 tahun, hidup mengalir lancar dengan sokongan keluarga. Masa 13-24 tahun membawa ujian keuangan ringan, yang justru mematangkan langkah ke depan. Saat dewasa, kesuksesan datang lewat kepiawaian berbicara dan budi pekerti mulia, membuka pintu karier di komunikasi atau public relations.
Watak kelahiran Anggara Kliwon Julungwangi mengajarkan harmoni antara kelembutan dan ketangguhan. Tradisi Primbon Bali memberikan peta jalan ini untuk memaksimalkan bakat sambil menjinakkan kerentanan. Hari lahir ini menjadi awal petualangan hidup yang penuh corak, selaras dengan denyut alam Bali yang tak lekang waktu.
***

