22/01/2026

Sopan dan Darmawan, Begini Ramalan Kelahiran Soma Umanis Wuku Tolu

mengenal kanda pat dalam tradisi hindu bali

ilustrasi bayi/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kelahiran Soma Umanis Wuku Tolu tidak saja disebut memiliki watak dan sifat yang sopan, ia juga dikatakan memiliki pribadi darmawan dan suka mengembara. Meski demikian, weton ini juga memiliki kekurangan lantas apakah itu?

Soma Umanis Wuku Tolu, yang jatuh pada hari Senin dengan penanggalan Umanis dan siklus wuku Tolu. Hari ini tidak hanya menandai ritme kehidupan sehari-hari, tetapi juga memberikan petunjuk tentang watak, nasib, dan ritual yang terkait. Artikel ini membahas secara mendalam aspek-aspek tersebut dengan perspektif autentik.

Pengertian Soma Umanis Wuku Tolu dalam Kalender Pawukon

Kalender Pawukon terdiri dari siklus 210 hari yang menggabungkan Saptawara (tujuh hari dalam seminggu) dan Pancawara (lima hari penanggalan), ditambah wuku sebagai siklus 30 minggu. Soma merujuk pada hari Senin, sementara Umanis adalah salah satu hari dalam Pancawara yang melambangkan manis atau harmoni. Wuku Tolu, yang dipimpin oleh Dewa Bayu (dewa angin), merupakan wuku ketiga yang menekankan ketegasan dan pergerakan.

Hari Soma Umanis Wuku Tolu sering kali menjadi momen otonan, yaitu upacara peringatan kelahiran berdasarkan perhitungan Pawukon. Upacara ini dilakukan di rumah atau pura keluarga untuk menghormati hari lahir seseorang, melibatkan sesajen sederhana seperti canang sari. Secara budaya, hari ini dianggap netral hingga positif untuk kegiatan seperti membangun atau memulai usaha, meskipun disarankan untuk menghindari konflik.

Watak Karakteristik Orang Lahir pada Soma Umanis Wuku Tolu

Berdasarkan wewaran (perhitungan watak) dalam kalender Bali, individu yang lahir pada Soma Umanis Wuku Tolu memiliki campuran sifat yang unik, dipengaruhi oleh elemen Soma (sabar dan setia), Umanis (berani dan harmonis), serta Wuku Tolu (tegas seperti angin Dewa Bayu). Berikut adalah ringkasan watak utama, dibagi menjadi aspek positif dan tantangan.

Sifat Positif

  • Pendiam namun Aktif Berpikir: Orang dengan kelahiran ini cenderung tenang di permukaan, tetapi pikirannya selalu dinamis dan inovatif, mirip dengan hembusan angin yang tak terlihat.

  • Dermawan dan Bertanggung Jawab: Mereka dikenal murah hati, sering berbagi dengan orang lain, dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaan. Rezeki mereka biasanya lancar, mendukung gaya hidup yang stabil.

  • Sopan dan Ramah: Perilaku sopan santun, ramah dalam pergaulan, dan tabah menghadapi tantangan menjadi ciri khas. Mereka juga pandai menjaga harmoni sosial, loyal terhadap orang terdekat, dan menghargai adat istiadat.

  • Suka Mengembara: Ada kecenderungan untuk menjelajah atau mencari pengalaman baru, yang selaras dengan pengaruh Dewa Bayu sebagai penguasa angin dan pergerakan.

Tantangan Karakter

  • Keras Kepala dan Emosional: Hati yang tegas bisa berubah menjadi keras kepala, terutama saat marah yang sulit dikendalikan. Mereka juga rentan berdebat atau mencampuri urusan orang lain.

  • Rentan Godaan: Suka dipuji dapat membuat mereka kurang kritis, sementara kecenderungan boros atau serakah muncul dari pengaruh Triwara Kajeng dan Dasawara Raksasa. Ada juga catatan tentang minat pada minuman keras jika tidak terkendali.

Watak ini dihitung melalui rumus wewaran yang mencakup 12 elemen, seperti Ekawara Luang (sunyi) dan Lintang Kelapa (sopan), menghasilkan profil yang seimbang antara kekuatan dan kelemahan.

Peruntungan dan Jatah Umur Menurut Wariga

Wariga, sistem prediksi nasib dalam kalender Bali, memberikan gambaran perjalanan hidup bagi yang lahir pada Soma Umanis Wuku Tolu. Jatah umur ditentukan dari penjumlahan urip (nilai hidup): Soma bernilai 4 dan Umanis 5, total 9, yang setara dengan 54 tahun umur panjang.

Peruntungan dibagi per periode umur berdasarkan Sri Sedana:

Prediksi ini bersifat panduan budaya, sering digunakan untuk perencanaan otonan atau mecaru (upacara penyucian).

Ritual dan Pemujaan Terkait Hari Ini

Soma Umanis Wuku Tolu adalah hari suci untuk pemujaan Bhatara Bhatari, dewa-dewi pelindung keluarga, yang dilakukan di merajan (sanggah keluarga) atau paibon (pura leluhur). Ritual melibatkan persembahan banten (sesajen) seperti daksina dan sesaji manis, sesuai tema Umanis. Bagi yang berulang tahun Pawukon, otonan dilakukan dengan doa dan gamelan ringan untuk memohon berkah.

Hari ini juga baik untuk kegiatan membangun fondasi, seperti merencanakan usaha atau pernikahan, karena energi wuku Tolu mendukung ketabahan. Namun, hindari aktivitas yang memicu konflik untuk menjaga harmoni.

Kesimpulan: Warisan Budaya yang Hidup

Kelahiran Soma Umanis Wuku Tolu mencerminkan kearifan lokal Bali dalam memetakan kehidupan melalui kalender Pawukon, dari watak yang tegas hingga nasib yang berliku menuju kemakmuran akhir. Tradisi ini terus dipraktikkan untuk memperkuat ikatan spiritual dan sosial. Bagi yang lahir pada hari ini, pemahaman ini dapat menjadi inspirasi untuk memaksimalkan potensi sambil mengelola tantangan. Untuk perhitungan pribadi, konsultasikan dengan sesepuh atau kalender resmi Pawukon setempat.

***

 

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE