Weton Kamis Umanis Wuku Dungulan: Watak Pembawa Rezeki, Jodoh Harmonis, dan Karir yang Melejit

ilustrasi bayi/ marvelmozhko balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Di kalender Bali-Jawa, ada satu weton yang selalu bikin orang penasaran: Kamis Umanis Wuku Dungulan. Hari lahir ini jatuh pada neptu 15 dan membawa aura khusus yang konon membuat pemiliknya punya nyali besar, hati dermawan, sekaligus emosi yang “berapi-api” seperti gunung berapi di Pulau Dewata. Bukan ramalan kosong, tapi petunjuk warisan leluhur yang masih relevan sampai sekarang.
Bagi Anda yang lahir di weton ini—orang tua, pasangan, atau anak Anda—simak ulasan lengkapnya. Dari karakter asli, pasangan paling cocok, hingga profesi yang paling pas di kantong, semua dibahas dengan bahasa ringan tapi tetap berbobot.
Watak Asli: Ramah, Dermawan, Tapi Mudah Naik Darah
Orang Kamis Umanis Wuku Dungulan biasanya mudah dikenali: senyumnya lebar, gampang ngajak ngobrol, dan suka menolong tanpa banyak cingcong. Mereka punya jiwa sosial tinggi, suka berkumpul, dan jarang pelit berbagi—meski dompetnya lagi tipis sekalipun.
Namun, di balik kebaikan itu ada sisi “Lintang Sangka Tingkel”: bintang yang terang tapi sering tertutup awan. Artinya, ambisi mereka besar, kerja keras luar biasa, tapi kadang rencana kacau karena emosi yang meledak-ledak. Kalau sudah marah, seperti Merapi lagi ngambek—semua orang langsung tahu.
Cerita nyata dari Mas Gede, pedagang kain di Pasar Sukawati, Denpasar: “Saya weton ini. Dulu sering rugi besar karena keputusan mendadak pas emosi. Sekarang saya belajar tarik napas dalam-dalam dulu sebelum teken kontrak,” candanya. Umur panjang sampai sekitar 78 tahun pun dijanjikan primbon, asal amarah bisa dikendalikan.
Ramalan Jodoh: Neptu 15 dan Pasangan Idaman
Dalam hitungan primbon Jawa, kecocokan jodoh weton Kamis Umanis dilihat dari penjumlahan neptu pasangan, lalu dibagi 7. Sisanya menentukan “cerita” rumah tangga:
- Sisa 1 (Wasesa Segara) → pasangan penuh kasih sayang, rumah tangga adem ayem
- Sisa 2 (Tunggak Semi) → rezeki lancar, dompet selalu “berdenting”
- Sisa 3 (Satria Wibawa) → disegani tetangga, keluarga jadi kebanggaan kampang
- Hindari sisa 5 (Satria Wirang) dan 0 (Lebu Ketiup Angin) kalau tidak ingin sering pindah rumah atau keinginan sulit terkabul
Weton paling klop? Rabu Pon, Kamis Umanis (iya, bisa sama sendiri—self love dulu!), dan Jumat Umanis. Kalau hasilnya kurang oke, tenang saja. Pilih hari baik untuk lamaran atau akad (misalnya Jumat Pon atau Sabtu Wage) sudah cukup untuk “menetralkan” energi kurang baik menurut primbon Betaljemur adammakna.
Karir dan Rezeki: Dagang adalah Darahnya
Kalau ada weton yang cocok jadi pedagang atau pebisnis, Kamis Umanis Wuku Dungulan masuk nominasi juara. Kemampuan negosiasi mereka tajam, jaringan luas, dan insting bisnis biasanya jitu. Banyak pemilik toko, restoran, atau brand lokal Bali yang sukses ternyata lahir di weton ini.
Rezeki memang datang bertahap—bukan tipe kaya mendadak. Tapi begitu “klik”, alirannya deras. Tantangan biasanya muncul di usia 61–66 tahun (penghasilan cenderung tipis), tapi setelah 67–72 tahun kondisi kembali membaik, bahkan bisa sangat baik.
Contoh nyata: Mbok Ayu, yang dulu jualan sarung pantai di pinggir Kuta, sekarang punya galeri batik dan tenun dengan cabang sampai Australia. “Kuncinya satu: sabar, jangan emosi kalau barang belum laku,” ujarnya sambil tersenyum.
Profesi yang paling cocok:
- Pengusaha & pedagang
- Marketing & sales
- Event organizer
- Konsultan sosial atau motivator
- Semua pekerjaan yang butuh interaksi manusia intens
Pesan Penutup
Ramalan weton Kamis Umanis Wuku Dungulan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memahami diri lebih dalam. Anda punya bakat besar, hati yang luas, dan potensi rezeki yang tak main-main—asal mau mengasah kesabaran dan mengendalikan emosi.
Jadi, kalau hari ini Anda atau orang terdekat merayakan weton ini, anggap saja sebagai pengingat: hidup memang seperti ombak Parangtritis—kadang tenang, kadang ganas—tapi kalau tahu caranya menari di atasnya, Anda akan sampai ke tujuan dengan selamat dan bahagia.
Sudah coba hitung neptu pasangan belum? Atau masih ragu mau buka usaha baru? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu weton Anda justru sedang “panggilan” untuk langkah besar berikutnya.
***

