Momentum Srigati Munggah Juli 2026: Waktu Tepat Merancang Alat Dagang dan Memulai Tanam Padi
ilustrasi gambar kalender Bali 2024/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Perhitungan hari baik atau dewasa ayu dalam tradisi lokal kembali membawa petunjuk penting bagi masyarakat yang ingin memulai langkah baru, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan. Berdasarkan penanggalan yang jatuh pada tanggal 18 Juli 2026, kalender adat mencatat kehadiran hari Srigati Munggah. Hari ini diyakini membawa energi positif yang sangat kuat untuk kemakmuran, terutama jika dimanfaatkan untuk aktivitas-aktivitas tertentu yang berkaitan dengan urusan pangan dan sarana penghidupan.
Bagi para petani, Srigati Munggah menjadi momen yang sangat ideal untuk membibit atau mulai menanam padi. Energi hari ini dipercaya selaras dengan kesuburan tanah, sehingga diharapkan mampu membawa hasil panen yang melimpah. Tidak terbatas pada sawah, masyarakat yang bergerak di bidang kerajinan dan perdagangan juga mendapatkan momentum bagus. Hari ini sangat disarankan untuk membuat alat-alat berjualan atau menempa pahat baru. Sarana kerja yang dibuat pada hari ini diharapkan membawa berkah dan memperlancar jalannya usaha.
Selain urusan produksi dan persiapan usaha, hari ini juga menjadi waktu yang sakral untuk urusan penyimpanan hasil bumi. Masyarakat yang ingin menyimpan padi ke dalam lumbung atau menggelar upacara penghormatan terhadap padi di lumbung dapat memanfaatkan hari ini agar persediaan pangan tetap terjaga dan selalu berkecukupan di masa depan.
Namun, di balik rentetan aktivitas yang disarankan, ada pula pantangan tegas yang harus diperhatikan agar keharmonisan hari tetap terjaga. Pada hari Srigati Munggah ini, masyarakat sangat dilarang untuk meminjamkan atau meminjam sesuatu barang. Selain itu, aktivitas jual beli beras juga sebaiknya dihentikan sementara waktu selama hari ini berlangsung. Mengikuti petunjuk dewasa ayu ini menjadi wujud penghormatan terhadap tradisi sekaligus strategi masyarakat dalam menyelaraskan usaha manusia dengan ritme alam.
***
