07/11/2026

Pameran Tunggal Ketiga di Sanur, Handy Saputra Sajikan The Moon and Its Halo

Pameran Tunggal Ketiga di Sanur, Handy Saputra Sajikan The Moon and Its Halo

Pameran Tunggal Ketiga di Sanur, Handy Saputra Sajikan The Moon and Its Halo/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM — Menyeimbangkan dunia bisnis logistik yang kaku dan mekanis dengan kebebasan berekspresi bukanlah hal mudah. Namun, hal tersebut berhasil dibuktikan oleh pengusaha logistik Handy Saputra yang kembali menggelar pameran seni rupa tunggal bertajuk The Moon and Its Halo di Santrian Gallery, Sanur, Bali.

Eksibisi yang resmi dibuka pada Jumat (6/11/2026) malam ini menampilkan puluhan karya terbaru garapan sepanjang 2026. Mulai dari lukisan akrilik di atas kanvas hingga eksplorasi teknik grafis (printmaking), pameran tunggal ketiga ini sekaligus menandai konsistensi Handy setelah sebelumnya sukses menggelar pameran di Rumah Sanur (2020) dan Sika Gallery (2025).

Di tengah padatnya rutinitas industri yang serba terukur dan berorientasi target, kanvas putih bagi Handy bukan sekadar medium estetika, melainkan ruang katarsis personal. “Seni merupakan salah satu alat untuk membantu mengasah sisi kemanusiaan kita,” ujar Handy Saputra di sela-sela pembukaan pamerannya, menegaskan bahwa ketertarikan pada seni berfungsi menjaga empati tetap hidup di tengah tuntutan profesional.

Dalam proses kreatifnya, Handy memilih jalur otodidak dengan melukis secara spontan tanpa sketsa kaku. Karakter visual karyanya memadukan energi liar, figur terdistorsi, wajah bertopeng, hingga rupa fauna yang ganjil namun jenaka.

Kurator pameran, Muhammad Bundhowi, mencatat bahwa karya-karya Handy lahir dari dialog batin yang jujur. Perpaduan antara insting bisnis dan sensitivitas visual tanpa sekat akademis ini menghasilkan karya yang memotret fenomena sosial hingga kontemplasi filosofis.

“Saya tidak ingin terjebak dalam klasifikasi. Silakan saja orang menilai karya saya berdasarkan persepsinya masing-masing,” tutur Handy terkait pendekatannya yang menolak pembatasan interpretasi publik.

Minat Handy terhadap seni rupa berakar sejak masa SMA berkat kedekatannya dengan almarhum pelukis Frans Najira. Setelah bertahun-tahun aktif sebagai kolektor, dorongan rekan-rekan seniman akhirnya membawanya berani tampil ke ruang publik.

Keberanian tersebut disambut hangat oleh para penikmat seni dan kolektor. Bahkan, sejumlah karya dikabarkan telah diminati dan berpindah tangan sebelum seremoni pembukaan berlangsung. Melalui The Moon and Its Halo, Handy membuktikan bahwa ruang seni selalu terbuka luas bagi siapa pun yang ingin merawat kewarasan di tengah dinamika modern.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026