Baik untuk Segala Pekerjaan, Begini Dewasa Ayu Jumat, 10 April 2026
ilustrasi Kaleder Bali/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Penentuan hari baik atau Ala Ayuning Dewasa tetap menjadi rujukan krusial dalam tatanan kehidupan masyarakat di Bali. Berdasarkan perhitungan wariga untuk Jumat, 10 April 2026, terdapat sejumlah indikator penting yang mengatur jalannya upacara adat, aktivitas pertanian, hingga pembangunan fisik.
Fokus pada Pembuatan Alat dan Penggunaan Api
Secara spesifik, hari ini dipengaruhi oleh elemen Asuajeg Munggah dan Kala Jangkut. Kedua elemen ini memberikan ruang yang baik bagi mereka yang berencana memproduksi alat-alat tertentu.
Pengerjaan senjata, jaring, maupun pencar (jala) sangat disarankan pada hari ini. Selain itu, aspek Asuajeg Munggah secara tradisional dipandang tepat untuk membuat sarana pengusir hama atau lelakut yang memiliki visualisasi maskulin atau menakutkan.
Dalam hal aktivitas teknis, keberadaan Geni Rawana menandakan momentum yang positif untuk segala jenis pekerjaan yang melibatkan unsur api. Jika Anda memiliki agenda yang berkaitan dengan proses pembakaran atau penggunaan api dalam skala tertentu, hari ini memberikan dukungan energi yang selaras.
Larangan untuk Pertanian dan Pembangunan
Meskipun baik untuk pembuatan alat, hari ini justru memiliki pantangan kuat di sektor agraria. Melalui pengaruh Geni Rawana dan Asuajeg Munggah, masyarakat sangat tidak disarankan untuk melakukan aktivitas bercocok tanam, khususnya menanam padi maupun jenis kacang-kacangan.
Bagi mereka yang sedang merencanakan pembangunan fisik, perlu diperhatikan bahwa hari ini bertepatan dengan Carik Walangati dan Geni Rawana. Kombinasi ini membawa larangan untuk mulai membangun rumah, memasang atap, maupun melaksanakan upacara melaspas (penyucian bangunan).
Pantangan Ritual Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya
Salah satu aspek paling krusial pada 10 April 2026 adalah munculnya Salah Wadi. Hal ini mengindikasikan bahwa hari tersebut tidak layak untuk melaksanakan rangkaian upacara besar dalam lingkup Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
Beberapa kegiatan yang wajib dihindari menurut perhitungan ini meliputi:
- Manusa Yadnya: Pernikahan (wiwaha), upacara potong gigi (mapendes), hingga sekadar memotong rambut.
- Pitra Yadnya: Prosesi penguburan, upacara pembakaran jenazah (atiwa-tiwa/ngaben), serta upacara lanjutan seperti nyekah dan ngasti.
Rincian Unsur Wariga
Sebagai pelengkap akurasi data bagi praktisi wariga, berikut adalah struktur teknis yang mendasari hari ini:
- Pararasan: Laku Surya
- Pancasuda: Tunggak Semi
- Ekajalaresi: Suka Pinanggih
- Pratiti: Upadana
Secara keseluruhan, 10 April 2026 adalah hari yang lebih condong pada aktivitas produktif skala kecil seperti pembuatan alat kerja, namun sangat terbatas untuk urusan besar yang bersifat sakral maupun pembangunan permanen. Pengambilan keputusan untuk mengadakan perhelatan besar sebaiknya mempertimbangkan penyesuaian jadwal guna menghindari pantangan Salah Wadi dan Carik Walangati.
Ala Ayuning Dewasa, 10 April 2026
- Asuajeg Munggah. Baik untuk membuat alat-alat yang menakutkan seperti lelakut. Tidak baik untuk menanam padi, kacang-kacangan.
- Carik Walangati. Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.
- Geni Rawana. Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.
- Kala Jangkut. Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata.
- Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll.
- Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Suka Pinanggih, Pratiti: Upadana.

