Biar Tidak Bingung Setiap Tangkil ke Pura Besakih, Cek Pedarman Kalian Apa?
ilustrasi gambar orang tangkil ke Pura Besakih/ Wikimedia Commons/ Balikonten
KARANGASEM, BALIKONTEN.COM – Kabupaten Karangasem selalu menjadi titik pusat spiritualitas Bali, terutama saat ribuan umat Hindu memadati Pura Besakih untuk melaksanakan ritual Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK 2026).
Di balik kemegahan pura yang menyandang gelar Mother Temple tersebut, terdapat elemen krusial yang sering kali belum dipahami secara mendalam oleh masyarakat luas, yakni Pura Pedharman.
Memahami fungsi dan lokasi Pura Pedharman menjadi langkah krusial bagi umat sebelum melakukan perjalanan suci atau tangkil. Keberadaan kompleks tempat suci ini menjamin kelancaran rangkaian ibadah sekaligus memperkuat ikatan spiritual dengan garis keturunan masing-masing.
Definisi dan Akar Sejarah Pura Pedharman
Pura Pedharman adalah tempat suci yang secara khusus berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur dari satu garis keturunan tertentu. Terdapat perbedaan mendasar antara Pura Kawitan dan Pura Pedharman. Jika Pura Kawitan berfokus pada satu wangsa, Pura Pedharman memiliki keterikatan yang lebih spesifik dengan pemujaan leluhur dari trah raja-raja Bali.
Sejarah mencatat bahwa eksistensi pura ini tidak lepas dari garis waktu pembangunan Pura Besakih yang diprakarsai oleh Rsi Markandya pada tahun 1284. Berdasarkan data dalam Lontar Padma Bhuwana, Pura Pedharman di kawasan Besakih diperkirakan berdiri sekitar tahun Saka 1400 atau 1478 Masehi. Di sisi lain, Lontar Babad Sukahet memberikan rujukan waktu yang sedikit berbeda, yakni pada tahun 1465 atau 1543 Masehi. Salah satu titik sentral yang paling dikenal di kawasan ini adalah Pura Ida Dalem Klungkung, yang memegang peran sebagai pusat pemujaan utama bagi garis keturunan tersebut.
Distribusi dan Daftar 17 Pura Pedharman di Besakih
Meskipun Pura Pedharman tersebar di berbagai titik di Pulau Dewata, kawasan Pura Besakih menyimpan konsentrasi terbanyak yang menjadi tujuan utama selama prosesi Ida Bhatara Turun Kabeh. Tercatat ada 17 Pura Pedharman yang berdiri tegak di sana, masing-masing mewakili identitas keluarga yang berbeda:
- Pura Ratu Pasek
- Pura Ratu Pande
- Pura Ratu Sagening
- Pura Ratu Panyarikan
- Pura Pedharman Dalem
- Pura Pedharman Arya Apityeh
- Pura Pedharman Kyayi Telabah
- Pura Pedharman Sira Bhujangga
- Pura Pedharman Kyayi Sukahet
- Pura Pedharman Dalem Sukawati
- Pura Pedharman Mengwi
- Pura Pedharman Kaba-Kaba
- Pura Pedharman Arya Kenceng
- Pura Pedharman Dalem Bakas
- Pura Pedharman I Gusti Ngurah Sidemen
- Pura Pedharman Kubon Tubuh
- Pura Pedharman I Gusti Dauh Panulisan
Kedudukan dalam Ritual Ida Bhatara Turun Kabeh
Partisipasi umat dalam ritual Ida Bhatara Turun Kabeh tidak berhenti di penataran utama. Setelah menyelesaikan persembahyangan di pura inti, umat Hindu secara tradisi akan melanjutkan bhakti mereka ke Pura Pedharman masing-masing.
Tindakan ini merupakan representasi nyata dari penghormatan terhadap leluhur. Masyarakat Bali meyakini bahwa menjaga koneksi dengan asal-usul keluarga adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan hidup, baik secara internal dalam keluarga maupun secara luas di lingkungan sosial.
Pengetahuan mengenai lokasi dan identitas Pura Pedharman memastikan setiap individu dapat menjalankan ibadah dengan ketenangan batin. Sebelum Anda menjadwalkan kunjungan ke Besakih tahun ini, pastikan informasi mengenai garis keturunan keluarga telah terverifikasi agar perjalanan spiritual Anda berlangsung dengan paripurna.
***
