05/11/2026

Biar Tidak Bingung Setiap Tangkil ke Pura Besakih, Cek Pedarman Kalian Apa?

rangkaian ida bhatara turun kabeh di besakih dan sampai kapan dilaksanakan ida bhatara turun kabeh

ilustrasi gambar orang tangkil ke Pura Besakih/ Wikimedia Commons/ Balikonten

KARANGASEM, BALIKONTEN.COM – Kabupaten Karangasem selalu menjadi titik pusat spiritualitas Bali, terutama saat ribuan umat Hindu memadati Pura Besakih untuk melaksanakan ritual Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK 2026).

Di balik kemegahan pura yang menyandang gelar Mother Temple tersebut, terdapat elemen krusial yang sering kali belum dipahami secara mendalam oleh masyarakat luas, yakni Pura Pedharman.

Memahami fungsi dan lokasi Pura Pedharman menjadi langkah krusial bagi umat sebelum melakukan perjalanan suci atau tangkil. Keberadaan kompleks tempat suci ini menjamin kelancaran rangkaian ibadah sekaligus memperkuat ikatan spiritual dengan garis keturunan masing-masing.

Definisi dan Akar Sejarah Pura Pedharman

Pura Pedharman adalah tempat suci yang secara khusus berfungsi sebagai pusat pemujaan leluhur dari satu garis keturunan tertentu. Terdapat perbedaan mendasar antara Pura Kawitan dan Pura Pedharman. Jika Pura Kawitan berfokus pada satu wangsa, Pura Pedharman memiliki keterikatan yang lebih spesifik dengan pemujaan leluhur dari trah raja-raja Bali.

Sejarah mencatat bahwa eksistensi pura ini tidak lepas dari garis waktu pembangunan Pura Besakih yang diprakarsai oleh Rsi Markandya pada tahun 1284. Berdasarkan data dalam Lontar Padma Bhuwana, Pura Pedharman di kawasan Besakih diperkirakan berdiri sekitar tahun Saka 1400 atau 1478 Masehi. Di sisi lain, Lontar Babad Sukahet memberikan rujukan waktu yang sedikit berbeda, yakni pada tahun 1465 atau 1543 Masehi. Salah satu titik sentral yang paling dikenal di kawasan ini adalah Pura Ida Dalem Klungkung, yang memegang peran sebagai pusat pemujaan utama bagi garis keturunan tersebut.

Distribusi dan Daftar 17 Pura Pedharman di Besakih

Meskipun Pura Pedharman tersebar di berbagai titik di Pulau Dewata, kawasan Pura Besakih menyimpan konsentrasi terbanyak yang menjadi tujuan utama selama prosesi Ida Bhatara Turun Kabeh. Tercatat ada 17 Pura Pedharman yang berdiri tegak di sana, masing-masing mewakili identitas keluarga yang berbeda:

  1. Pura Ratu Pasek
  2. Pura Ratu Pande
  3. Pura Ratu Sagening
  4. Pura Ratu Panyarikan
  5. Pura Pedharman Dalem
  6. Pura Pedharman Arya Apityeh
  7. Pura Pedharman Kyayi Telabah
  8. Pura Pedharman Sira Bhujangga
  9. Pura Pedharman Kyayi Sukahet
  10. Pura Pedharman Dalem Sukawati
  11. Pura Pedharman Mengwi
  12. Pura Pedharman Kaba-Kaba
  13. Pura Pedharman Arya Kenceng
  14. Pura Pedharman Dalem Bakas
  15. Pura Pedharman I Gusti Ngurah Sidemen
  16. Pura Pedharman Kubon Tubuh
  17. Pura Pedharman I Gusti Dauh Panulisan

Kedudukan dalam Ritual Ida Bhatara Turun Kabeh

Partisipasi umat dalam ritual Ida Bhatara Turun Kabeh tidak berhenti di penataran utama. Setelah menyelesaikan persembahyangan di pura inti, umat Hindu secara tradisi akan melanjutkan bhakti mereka ke Pura Pedharman masing-masing.

Tindakan ini merupakan representasi nyata dari penghormatan terhadap leluhur. Masyarakat Bali meyakini bahwa menjaga koneksi dengan asal-usul keluarga adalah kunci utama dalam menjaga keharmonisan hidup, baik secara internal dalam keluarga maupun secara luas di lingkungan sosial.

Pengetahuan mengenai lokasi dan identitas Pura Pedharman memastikan setiap individu dapat menjalankan ibadah dengan ketenangan batin. Sebelum Anda menjadwalkan kunjungan ke Besakih tahun ini, pastikan informasi mengenai garis keturunan keluarga telah terverifikasi agar perjalanan spiritual Anda berlangsung dengan paripurna.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026