Daftar Purnama Tilem November 2025 Sasih Kelima Menuju Kenem

ilustrasi banten untuk melaksanakan Tumpek Landep/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bagi umat Hindu di Bali, purnama (bulan purnama) dan tilem (bulan mati) bukan sekadar fenomena alam. Keduanya adalah penanda waktu suci yang penuh makna spiritual. Hari-hari ini menjadi momen untuk melaksanakan upacara keagamaan, meditasi, dan refleksi diri.
Kalender purnama dan tilem tahun 2025 telah dirilis, memberikan panduan bagi umat untuk merencanakan ritual dan kegiatan keagamaan dengan baik. Berikut adalah jadwal lengkap purnama dan tilem sepanjang tahun 2025, disusun dengan rapi untuk memudahkan Anda.
Jadwal Purnama dan Tilem 2025
Berikut adalah daftar lengkap hari purnama dan tilem yang akan menjadi acuan umat Hindu Bali dalam menjalankan tradisi keagamaan:
14 Januari 2025: Purnama Kepitu
-
28 Januari 2025: Tilem Kepitu
12 Februari 2025: Purnama Kewulu
27 Februari 2025: Tilem Kewulu
14 Maret 2025: Purnama Kesanga
-
28 Maret 2025: Tilem Kesanga
12 April 2025: Purnama Kedasa
27 April 2025: Tilem Kedasa
12 Mei 2025: Purnama Jiyestha
27 Mei 2025: Tilem Jiyestha
10 Juni 2025: Purnama Sadha
-
25 Juni 2025: Tilem Sadha
10 Juli 2025: Purnama Kasa
25 Juli 2025: Tilem Kasa
8 Agustus 2025: Purnama Karo
23 Agustus 2025: Tilem Karo
7 September 2025: Purnama Ketiga
22 September 2025: Tilem Ketiga
6 Oktober 2025: Purnama Kapat
21 Oktober 2025: Tilem Kapat
5 November 2025: Purnama Kelima
20 November 2025: Tilem Kelima
4 Desember 2025: Purnama Kenam
19 Desember 2025: Tilem Kenam
Makna Purnama dan Tilem dalam Kehidupan Spiritual
Purnama, saat bulan bersinar penuh, melambangkan kejernihan dan keberkahan. Umat Hindu Bali memanfaatkan hari ini untuk melaksanakan persembahyangan di pura, baik di rumah maupun di tempat suci seperti Pura Besakih.
Sementara itu, tilem, saat bulan tidak terlihat, menjadi waktu untuk introspeksi dan pembersihan diri dari energi negatif. Kedua hari ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan spiritual dan harmoni dengan alam.
Menurut tradisi, setiap purnama dan tilem memiliki nama khusus sesuai dengan penanggalan Bali, seperti Kepitu, Kewulu, hingga Kenam. Nama-nama ini merujuk pada siklus kalender Saka yang digunakan untuk menentukan hari-hari suci. Misalnya, Purnama Kesanga yang jatuh pada 14 Maret 2025 sering dikaitkan dengan persiapan menjelang Hari Raya Nyepi, sebuah momen besar dalam tradisi Hindu Bali.
Mengapa Kalender Ini Penting?
Kalender purnama dan tilem bukan hanya alat bantu untuk menandai waktu. Bagi masyarakat Bali, kalender ini adalah pedoman untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan nilai-nilai spiritual dan adat istiadat. Dengan mengetahui jadwal ini lebih awal, umat dapat mempersiapkan diri untuk melaksanakan upacara, seperti persembahan canang sari, meditasi, atau kegiatan keagamaan lainnya.
Selain itu, kalender ini juga membantu masyarakat luar Bali yang ingin mempelajari budaya Hindu Bali atau merencanakan kunjungan wisata religi. Misalnya, menyaksikan upacara purnama di Pura Agung Jagatnatha atau merasakan keheningan tilem di desa-desa tradisional Bali bisa menjadi pengalaman yang mendalam.
Tips Memanfaatkan Kalender Purnama dan Tilem 2025
Rencanakan Upacara Lebih Awal
Gunakan jadwal ini untuk mengatur waktu persiapan banten (sesajen) dan kunjungan ke pura. Pastikan Anda memiliki cukup waktu untuk berkoordinasi dengan keluarga atau banjar.Catat Hari-Hari Penting
Tandai tanggal seperti Purnama Kesanga (14 Maret 2025) yang berdekatan dengan Nyepi. Ini membantu Anda mengatur jadwal libur atau kegiatan keagamaan.Manfaatkan untuk Refleksi Pribadi
Tilem adalah waktu yang tepat untuk meditasi atau evaluasi diri. Gunakan momen ini untuk merenungkan tujuan hidup dan memperbaiki hubungan dengan sesama.Bagikan dengan Komunitas
Jika Anda bagian dari komunitas Hindu Bali, sebarkan informasi ini kepada kerabat atau teman agar semua dapat menjalankan kewajiban keagamaan dengan baik.
Penutup
Kalender purnama dan tilem 2025 adalah jembatan antara tradisi dan kehidupan modern. Dengan memahami jadwal ini, umat Hindu Bali dapat menjalankan kewajiban spiritual mereka dengan penuh kesadaran dan kesiapan.
Jadwal ini juga menjadi pengingat akan keindahan budaya Bali yang kaya akan makna. Mari sambut setiap purnama dengan penuh syukur dan setiap tilem dengan introspeksi mendalam.
***

