Etika dan Adat yang Wajib Diketahui Saat Berwisata ke Bali

ilustrasi seorang wisatawan/ pixabay/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Etika dan adat yang hidup di Bali bukan sekadar tradisi, tetapi fondasi yang membuat pulau ini tetap harmonis meski menerima jutaan wisatawan setiap tahunnya. Keindahan alam, keramahan penduduk, dan budaya Hindu yang begitu kuat terjaga menjadi daya tarik utama yang membuat Bali istimewa.
Namun agar perjalanan tetap nyaman dan penuh kesan baik, memahami aturan dan nilai-nilai lokal adalah hal yang penting.
Berikut etika dan adat yang wajib diketahui sebelum dan selama berwisata ke Bali, berdasarkan pedoman resmi pariwisata serta informasi dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan pemerintah daerah.
1. Jangan Menginjak atau Merusak Canang Sari dan Sesajen
Canang sari adalah persembahan harian yang ditempatkan di berbagai tempat, mulai dari trotoar, tangga, depan toko, hingga mobil. Persembahan ini merupakan simbol ungkapan syukur bagi umat Hindu Bali.
Yang perlu diperhatikan:
– Berjalanlah dengan hati-hati agar tidak menginjaknya.
– Jika tanpa sengaja terinjak, cukup ucapkan maaf.
– Jangan memindahkan atau memotret canang sari dengan cara yang tidak sopan.
2. Patuhi Aturan Masuk Pura
Setiap pura memiliki kesucian yang sangat dijaga. Banyak pura terbuka untuk wisatawan, tetapi ada aturan yang wajib dipatuhi oleh siapa pun. Aturannya:
– Wanita yang sedang menstruasi tidak diperbolehkan memasuki area utama pura.
– Kenakan kain/sarung dan selendang.
– Hindari duduk di pelinggih atau tempat pemujaan.
– Pakaian harus sopan, tidak transparan, dan tidak terlalu terbuka.
– Jangan berfoto dengan pose yang tidak pantas di area suci.
3. Hormati Prosesi dan Upacara Keagamaan
Prosesi adat di Bali sering berlangsung di tempat umum. Upacara seperti melasti atau ngaben adalah bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Etika yang perlu diperhatikan:
– Jangan memotong arak-arakan atau membunyikan klakson.
– Ikuti arahan pecalang dan tunggu hingga prosesi selesai.
– Ambil foto dari jarak aman tanpa mengganggu jalannya upacara.
– Jangan menyentuh banten, barong, atau perlengkapan ritual lainnya.
4. Pahami dan Patuhi Aturan Hari Raya Nyepi
Selama 24 jam penuh saat Nyepi, aktivitas di seluruh Bali berhenti total. Seluruh orang yang berada di Bali wajib menaati aturan ini.Larangan selama Nyepi:
– Tidak boleh keluar dari akomodasi.
– Tidak menyalakan lampu terang atau api.
– Tidak membuat suara keras atau pesta.
– Bandara ditutup sepenuhnya tanpa aktivitas penerbangan.
5. Hindari Buang Air Kecil di Tempat Terbuka
Bali memegang konsep kesucian ruang hidup. Buang air kecil sembarangan dianggap tidak sopan dan bisa dikenai sanksi adat. Gunakan toilet umum, fasilitas restoran, atau minta izin kepada warga sekitar. Yang perlu diperhatikan yaitu:
– Gunakan tangan kanan saat memberi atau menerima sesuatu.
– Jangan menyentuh kepala orang Bali karena dianggap bagian suci.
– Minta izin sebelum memotret orang yang sedang sembahyang.
– Saat masuk rumah penduduk, lepaskan alas kaki jika diminta.
Menghormati adat dan etika lokal bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi cara terbaik untuk merasakan Bali secara utuh. Semakin kita memahami nilai-nilai yang dijunjung masyarakat Bali, semakin hangat pula sambutan yang akan kita rasakan.
Jadikan liburan Anda di Bali bukan hanya tentang melihat tempat-tempat indah, tetapi juga tentang memahami budaya dan masyarakat yang membuat pulau ini begitu berkesan. Selamat berlibur di Pulau Dewata!

