FKG Unmas Denpasar Tebar Edukasi Kesehatan Gigi di Desa Belancan Kintamani
FKG Unmas Denpasar Tebar Edukasi Kesehatan Gigi di Desa Belancan Kintamani/ balikonten
BANGLI, BALIKONTEN.COM – Senyum dan antusiasme warga mewarnai pelaksanaan bakti sosial ke-35 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Mahasaraswati Denpasar di Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, pada 25–26 Mei 2026. Melalui pendekatan edukasi visual, kegiatan ini menjadi upaya nyata meningkatkan kesadaran masyarakat pedesaan terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Mengusung tema “Senyum Sehat di Desa Belancan Kintamani”, program pengabdian kepada masyarakat tersebut difokuskan pada penguatan perilaku hidup sehat melalui media edukasi yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.
Tim FKG Unmas Denpasar menghadirkan berbagai media visual seperti video edukasi kesehatan gigi dan mulut serta poster informasi yang dibagikan kepada warga untuk dipasang di rumah masing-masing. Materi edukasi mencakup cara menyikat gigi yang benar, pentingnya menjaga kebersihan mulut secara rutin, pola hidup sehat, hingga pencegahan penyakit gigi dan mulut.
Pendekatan visual dipilih karena dinilai lebih efektif dalam membantu masyarakat memahami pesan kesehatan secara cepat dan mudah diingat. Terlebih, masih terbatasnya akses media edukasi kesehatan di wilayah pedesaan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kesadaran hidup sehat.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Warga Desa Belancan tampak aktif mengikuti pemaparan materi serta terlibat dalam sesi edukasi yang dipandu tim pelaksana. Kehadiran video dan poster edukasi membuat penyampaian informasi terasa lebih menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Salah satu dosen FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar sekaligus penanggung jawab kegiatan, Jelita Nandya Putri Narendra Anom, menjelaskan bahwa media edukasi berbasis visual memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Menurutnya, poster dan video edukasi mampu membantu masyarakat lebih mudah memahami informasi kesehatan sekaligus menjadi pengingat untuk menerapkan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin.
“Dengan adanya media edukasi yang ditempel di rumah warga, diharapkan pesan kesehatan dapat terus diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama luar negeri bersama UKM sebagai bentuk kolaborasi mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan secara berkelanjutan.
Warga Desa Belancan menyambut positif pelaksanaan bakti sosial tersebut. Selain menambah pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut, kegiatan ini juga dinilai mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Berdasarkan data World Health Organization, penyakit gigi dan mulut masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling umum di dunia dan dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat jika tidak ditangani dengan baik. Edukasi kesehatan sejak dini menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah berbagai gangguan kesehatan mulut.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, FKG Universitas Mahasaraswati Denpasar berharap budaya hidup sehat dapat terus tumbuh di lingkungan masyarakat pedesaan. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut demi kualitas hidup yang lebih baik.
***