13/09/2026

Jaga Taksu di Tengah Modernisasi, Wagub Giri Prasta Tekankan Kemajuan Bali Tanpa Menggerus Akar Budaya

Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-3 Forgas Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). (Sumber Humas)

Wagub Bali, I Nyoman Giri Prasta saat menghadiri HUT ke-3 Forgas Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026). (Sumber : Humas/ balikonten)

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (Forgas) Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (9/9/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen pelestarian budaya. Mengusung tema “Strategi Ngemargiang Sad Kerthi Loka Bali, Ngajegang Tradisi, Adat lan Budaya Nusantara”, acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta memberikan apresiasi atas peran Forgas sebagai wadah pemersatu sekaligus garda depan dalam menjaga kelestarian adat, tradisi, agama, seni, dan budaya Nusantara. Di tengah pesatnya perkembangan zaman dan arus modernisasi, ia menegaskan pentingnya menjaga taksu serta identitas Bali.

“Bali boleh maju, tetapi kemajuannya jangan sampai menggerus akar budaya, adat, dan tradisi,” tegas Wagub Giri Prasta.

Ia menjelaskan bahwa menjaga adat dan tradisi bukan berarti bersikap eksklusif atau menolak kemajuan zaman. Sebaliknya, masyarakat Bali harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan pijakan budayanya.

Salah satu langkah konkret yang didorong adalah pemanfaatan teknologi melalui penerapan desa digital untuk mendukung transparansi tata kelola di tingkat banjar dan desa, termasuk dalam pengelolaan dana kegiatan keagamaan.

Semangat yang diusung Forgas dinilai sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Bali, “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru”. Wagub Giri Prasta mendorong agar nilai-nilai Sad Kerthi diterjemahkan ke dalam aksi nyata:

Atma Kerthi: Pemeliharaan kehidupan spiritual, ritual, dan upacara adat.

Jana Kerthi: Pelibatan lintas generasi dalam keberlanjutan tradisi dan budaya.

Jagat Kerthi: Mewujudkan keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Nusantara.

Selain itu, Wagub Giri Prasta mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan antar umat maupun intern umat beragama serta melestarikan dresta Bali sebagai jati diri daerah.

Mengutip pesan kebangsaan yang identik dengan Bung Karno, ia mengingatkan agar masyarakat Indonesia dalam menjalankan keyakinannya tidak kehilangan identitas sebagai bangsa Nusantara yang tetap berakar pada Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Sementara itu, Ketua DPD Forgas Bali, Kadek Arya Bagiastra, menyatakan kesiapan Forgas untuk terus berjalan beriringan dengan Pemprov Bali.

“Memasuki usia tiga tahun, Forgas berkomitmen memperkuat sinergi dengan desa adat dan mendorong kaderisasi generasi muda, khususnya dalam melestarikan penggunaan bahasa serta aksara Bali,” ucapnya.

Forgas ditegaskan siap menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai elemen kebudayaan Nusantara dari Sabang sampai Merauke, menjaga warisan leluhur sekaligus memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak mengikis identitas bangsa.

***

Pewarta: Agung Rai Tri Krisna Putra

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026

Tags:

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE