Gali Potensi Ekonomi Desa, Diskop UKM Bali Asah Jiwa Entrepreneurship Wirausaha Lokal
Pasar Seni Sukawati Destinasi Belanja dan Wisata Budaya Penuh Warna di Bali/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi dan UKM secara masif memperkuat mentalitas dan kapabilitas wirausahawan di tingkat desa. Langkah strategis ini ditempuh guna menggali potensi ekonomi lokal di sembilan kabupaten/kota agar mampu bertransformasi dari bisnis skala mikro menuju unit usaha yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Penguatan jiwa entrepreneurship wirausaha desa menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan basis data keragaan 448.734 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tercatat dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali hingga Juni 2026. Pemprov Bali menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak lagi berfokus pada sekadar menambah kuantitas unit usaha, melainkan mendorong efektivitas dan kualitas tata kelola bisnis di pedesaan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, SE., M.Si., menyatakan bahwa wirausahawan desa memiliki posisi tawar dan keunggulan komparatif yang sangat kuat. Pemahaman mendalam terhadap struktur sosial, kebudayaan lokal, serta potensi sumber daya alam daerah menjadi modal dasar yang tidak dimiliki oleh pihak luar.
“Pengusaha lokal di desa punya keunggulan psikologis dan kultural karena mereka tumbuh serta hidup dalam lingkungan adat daerahnya sendiri. Mereka paling memahami kebutuhan, karakter, dan peluang pasar di wilayahnya. Tugas kami di pemerintah daerah adalah mengasah jiwa entrepreneurship tersebut agar mereka makin percaya diri, rasional dalam mengambil risiko bisnis, dan mampu mengelola usaha secara profesional,” ujar Tri Arya Dhyana Kubontubuh di Denpasar, Rabu (7/10/2026).
Pengembangan wirausaha desa di Bali juga diselaraskan dengan prinsip kelestarian lingkungan melalui program TUMBUH (Transformasi Usaha Menuju Bisnis Unggul dan Hijau) serta dukungan Konsorsium Ekonomi Hijau (KEH) yang melibatkan Godevi, Koperasi Mitra Bumi Lestari, Sona EBT, ekoturisme, dan WeShub. Wirausahawan desa didorong untuk memanfaatkan bahan baku lokal yang berkelanjutan, meminimalkan limbah produksi, serta mengadopsi energi bersih.
***