22/01/2026

Hadapi Tantangan “Kuda Api” 2026, I Nyoman Kenak Tekankan Militansi dan Evaluasi Kinerja MGPSSR

Hadapi Tantangan Kuda Api 2026, I Nyoman Kenak Tekankan Militansi dan Evaluasi Kinerja MGPSSR

Hadapi Tantangan Kuda Api 2026, I Nyoman Kenak Tekankan Militansi dan Evaluasi Kinerja MGPSSR/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Menyongsong tahun 2026 yang diprediksi penuh dinamika, Ketua Umum Mahagotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Pusat, I Nyoman Kenak, memberikan arahan strategis dalam Pesamuan Agung XIX yang digelar di Sekretariat MGPSSR, Jalan Cekomaria, Denpasar, Sabtu (27/12/2025).

Acara ini dihadiri oleh para tokoh Pasek seperti DPR RI Wayan Sudirta, Mantan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Bupato Karangasem I Wayan Pandu Prapanca Lagosa serta jajaran pengurus MGPSSR se-Bali dan pengurus provinsi lainnya.

Dalam narasinya, Nyoman Kenak mengungkapkan bahwa berdasarkan perhitungan Wariga Bali dan petunjuk para Pandita, tahun 2026 merupakan tahun Kuda Api. Fenomena ini dimaknai sebagai masa yang menuntut kerja keras, kecepatan, dan ketahanan mental yang tinggi.

“Bagi mereka yang memperjuangkan kebaikan, kuncinya adalah harus tahan banting. Kita harus meningkatkan militansi dalam menjaga solidaritas agar tidak goyah meski menghadapi banyak tantangan di masa depan,” tegas Nyoman Kenak.

Refleksi Kinerja 2025 dan Inovasi Organisasi

Selain membahas tantangan masa depan, Pesamuan Agung ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja pengurus selama tahun 2025. Nyoman Kenak menekankan bahwa penerapan Catur Swadharma Kepasekan wajib dilakukan, namun tetap harus disertai dengan inovasi agar relevan dengan perkembangan zaman.

Ia mengingatkan pengurus untuk selalu melakukan refleksi diri dan terus berpacu dengan waktu tanpa adanya jeda dalam pengabdian. “Semangat gotong royong dan rasa jengah harus diperkuat. Kita harus menjadi seperti baja; semakin ditempa oleh panasnya tantangan ‘Kuda Api’, kita harus semakin kuat dan kokoh,” ujarnya dalam wawancara di lokasi acara.

Stabilitas Keamanan dan Harmonisasi Sosial

Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru), Nyoman Kenak memberikan penekanan khusus pada peran serta warga Pasek dalam menjaga stabilitas keamanan di Bali. Ia mengajak seluruh semeton untuk berperan aktif mendukung aparat dan pemerintah dalam menciptakan suasana yang kondusif.

“Sebagai Pasek yang berarti paku penguat, kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni di Bali,” jelasnya. Ia melarang keras adanya sikap egois atau menang sendiri yang dapat merusak toleransi antarumat beragama yang telah terjalin dengan sangat baik selama ini.

Komitmen Lingkungan: Kelola Sampah Berbasis Bhuta Hita

Sebagai bentuk implementasi nyata dari ajaran Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan atau Bhuta Hita, Nyoman Kenak mengapresiasi kedisiplinan pengurus dalam menjaga kebersihan lingkungan selama acara berlangsung. Masalah sampah menjadi perhatian serius sebagai wujud nyata pengabdian kepada alam.

“Saya bersyukur, dalam pelaksanaan Pesamuan Agung ini, sampah sudah bisa terkendali dan tidak ada yang berserakan,” ungkapnya. Menurutnya, keberhasilan mengelola sampah di tingkat organisasi adalah cerminan dari kecerdasan dan tanggung jawab warga Pasek dalam menjaga kesucian jagat Bali.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE