Hari Baik Membuat Senjata Tajam di Bali pada Januari 2026

Kalender Bali/ Balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Kalender tradisional Bali kembali menjadi rujukan penting bagi masyarakat, khususnya kalangan pande besi dan perajin senjata tradisional. Memasuki Januari 2026, terdapat sejumlah hari yang dinilai baik untuk membuat senjata tajam berdasarkan perhitungan wariga Bali. Penentuan hari ini berkaitan erat dengan keseimbangan energi alam serta nilai-nilai kearifan lokal yang masih dijaga hingga kini.
Pada 4 Januari 2026, bertepatan dengan Kala Mretyu, hari ini dipandang baik untuk membuat senjata dan memulai perjuangan membela kebenaran. Waktu ini juga dianggap tepat untuk menyampaikan nasihat. Namun, masyarakat diingatkan agar menghindari kegiatan bersenggama dan pelaksanaan yadnya pada hari tersebut.
Selanjutnya, 13 Januari 2026 menjadi hari yang cukup istimewa karena diwarnai dua perhitungan. Kala Bancaran dinilai baik untuk membuat senjata, taji, serta pengiris, termasuk pisau besar yang biasa digunakan dalam proses pengolahan nira. Pada hari yang sama, Macekan Wadon juga mendukung pembuatan taji, tombak, keris, serta alat penangkap ikan yang lazim digunakan nelayan tradisional Bali.
Momentum berlanjut pada 15 Januari 2026 dengan hadirnya Kala Macan dan Kala Sudangastra. Kala Macan dipercaya mendukung pembuatan benda-benda yang bersifat menakutkan, termasuk tombak, keris, dan lelakut. Meski demikian, masyarakat disarankan menjaga lisan dan menghindari percakapan yang tidak perlu. Sementara itu, Kala Sudangastra pada hari yang sama dianggap baik untuk membuat berbagai alat runcing.
Deretan Macekan Lanang muncul beberapa kali sepanjang bulan ini, yakni pada 19, 23, 24, dan 27 Januari 2026. Hari-hari tersebut dinilai baik untuk membuat taji, tombak, keris, serta alat penangkap ikan. Namun, masyarakat dianjurkan menunda pelaksanaan upacara yadnya karena dinilai kurang selaras dengan energi hari tersebut.
Tanggal 24 Januari 2026 juga bertepatan dengan Gni Rawana Jejepan, yang dikenal sebagai hari baik untuk memulai pekerjaan yang berkaitan dengan api. Aktivitas seperti membakar genteng, bata, keramik, gerabah, hingga menempa senjata tajam oleh pande besi sangat dianjurkan. Pada hari ini, kegiatan mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam sebaiknya dihindari.
Menutup rangkaian hari baik, 29 Januari 2026 kembali jatuh pada Kala Bancaran. Waktu ini dinilai tepat untuk membuat senjata, taji, dan pengiris, termasuk peralatan besar yang digunakan dalam aktivitas pertanian dan pengolahan hasil alam.
Rujukan hari baik membuat senjata tajam di Bali ini menjadi pengingat kuatnya peran kalender tradisional dalam kehidupan masyarakat. Hingga kini, wariga Bali tetap dijadikan pedoman agar setiap pekerjaan berjalan selaras dengan alam dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
***

