Hati-hati Ada Operasi Ketupat di Gilimanuk Jelang Idul Fitri dan Nyepi yang Berdekatan

Polresta Denpasar Gelar Latihan Pra Ops Lilin Agung 2024 untuk Amankan Natal dan Tahun Baru/ balikonten
JEMBRANA, BALIKONTEN.COM – Kepolisian Resor Jembrana mulai mempersiapkan Operasi Ketupat 2026 dengan fokus utama di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Pelabuhan ini menjadi titik strategis pergerakan pemudik setiap menjelang Hari Raya Idul Fitri, khususnya bagi masyarakat yang menyeberang menuju Pulau Jawa.
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan persiapan dilakukan lebih awal melalui koordinasi lintas instansi. Langkah tersebut bertujuan mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan selama arus mudik Lebaran.
“Pelabuhan Gilimanuk selalu menjadi pusat konsentrasi pemudik saat Idul Fitri. Karena itu, kami menyusun perencanaan sejak dini bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran dan keamanan arus mudik,” kata AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati saat rapat koordinasi di Negara, Rabu.
Selain memetakan potensi kepadatan, rapat juga membahas teknis pengamanan mengingat Idul Fitri 2026 diperkirakan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali. Kondisi tersebut menuntut pengaturan khusus karena perayaan Nyepi memberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat dan kendaraan di ruang publik.
Menurut Kapolres, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar arus mudik Lebaran tetap berjalan tertib tanpa mengganggu pelaksanaan Nyepi. Penyesuaian pola pengamanan dan rekayasa lalu lintas disiapkan agar kedua hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan khidmat.
Polres Jembrana juga meminta PT ASDP Indonesia Ferry melakukan simulasi pengamanan bersama instansi terkait paling lambat tiga minggu sebelum Idul Fitri. Simulasi ini dinilai penting untuk menguji kesiapan personel, sarana, serta alur pelayanan penyeberangan.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Polres Jembrana Kompol I Wayan Suastika menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung di kawasan pelabuhan. Sejumlah sarana seperti toilet portabel, tenda istirahat bagi pemudik sepeda motor, serta layanan tiket daring diminta sudah tersedia sebelum puncak arus mudik.
Dari pihak operator penyeberangan, Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Gilimanuk Didi Juliansyah memprediksi puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 16 hingga 18 Maret. Kepadatan kendaraan diperkirakan mulai meningkat sejak 13 Maret.
“Kami menyiapkan sarana pendukung dan memastikan pelayanan berjalan optimal, terutama karena arus mudik tahun ini beririsan dengan Hari Raya Nyepi,” ujar Didi.
Dengan persiapan awal dan koordinasi intensif, Operasi Ketupat 2026 diharapkan mampu menjaga kelancaran arus mudik Idul Fitri di Pelabuhan Gilimanuk sekaligus menghormati pelaksanaan Nyepi di Bali.
***

