03/11/2026

Lokasi Melihat Pawai Ogoh-ogoh di Badung, Denpasar dan Sekitarnya

Motivasi Generasi Muda di Jimbaran, Bendesa Tinjau Ogoh-ogoh

Motivasi Generasi Muda di Jimbaran, Bendesa Tinjau Ogoh-ogoh/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bertepatan dengan malam Pengerupukan, Rabu, 18 Maret 2026, seluruh penjuru Bali akan menjadi panggung raksasa bagi pawai ogoh-ogoh.

Tradisi mengarak boneka raksasa sebagai simbol pembersihan unsur negatif ini tetap menjadi magnet utama bagi warga lokal maupun wisatawan sebelum memasuki keheningan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Berikut adalah panduan detail lokasi strategis untuk menyaksikan kemeriahan pawai ogoh-ogoh di berbagai wilayah Bali.

1. Pusat Kota Denpasar: Titik Nol Catur Muka

Jantung Kota Denpasar selalu menjadi pusat perhatian utama. Di kawasan Simpang Catur Muka, Anda bisa menyaksikan karya-karya terbaik dari banjar-banjar legendaris seperti Banjar Tainsiat dan Banjar Gemeh.

  • Rute Utama: Dimulai dari kawasan Catur Muka, bergerak menuju Jalan Hasanuddin, Jalan M.H. Thamrin, Jalan Gajah Mada, dan kembali ke titik pusat.
  • Keunggulan: Biasanya menampilkan ogoh-ogoh dengan teknologi mekanik dan pencahayaan yang canggih.
  • Catatan: Dinas Perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas mulai siang hari, sehingga disarankan datang lebih awal untuk mendapatkan posisi berdiri yang nyaman.

2. Kawasan Kuta dan Legian: Nuansa Wisata Global

Bagi yang berada di wilayah Badung Selatan, kawasan Kuta menawarkan atmosfer yang sangat energik. Wisatawan mancanegara dan lokal biasanya tumpah ruah di sepanjang jalan protokol.

  • Lokasi Strategis: Kawasan Ground Zero (Monumen Bom Bali) di Jalan Legian dan area Pantai Kuta.
  • Rute Pawai: Umumnya melintasi Jalan Legian, Buni Sari, hingga menyisir Jalan Pantai Kuta.
  • Keunggulan: Penampilan atraktif yang sering kali melibatkan narasi teaterikal singkat sebelum ogoh-ogoh diarak.

3. Sanur: Festival Sanur Metangi

Tahun 2026 ini, wilayah Sanur kembali mengandalkan Sanur Metangi sebagai wadah kreativitas yowana (pemuda).

  • Titik Kumpul: Kawasan Jalan Hang Tuah dan area sekitar Bypass Ngurah Rai (McDonald’s/KFC Sanur).
  • Detail Acara: Sebanyak 20 ogoh-ogoh terpilih dari Sanur Kaja, Sanur Kauh, dan Kelurahan Sanur akan unjuk gigi dengan penilaian kriya yang sangat ketat pada aspek anatomi dan ekspresi.

4. Ubud, Gianyar: Jantung Budaya yang Teatrikal

Ubud menawarkan pengalaman yang berbeda dengan sentuhan seni yang lebih kental dan tradisional.

  • Titik Utama: Perempatan Puri Ubud, Patung Dewa Indra, dan sepanjang Jalan Raya Andong.
  • Gaya Pawai: Ogoh-ogoh di Ubud sering kali tampil dengan iringan gamelan balaganjur yang sangat dinamis, dipadukan dengan latar belakang arsitektur puri yang megah.

5. Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung

Kawasan Puspem Badung di Mangupura juga menjadi titik konsentrasi massa yang cukup masif.

Akses: Penonton diarahkan masuk melalui jalur utara. Area ini relatif lebih tertata untuk urusan parkir kendaraan dibandingkan pusat kota lainnya.

Lokasi: Sekitar area Lapangan Pura Lingga Bhuwana.

Tips Menonton Pawai Ogoh-Ogoh 2026:

  1. Waktu Kedatangan: Pawai biasanya dimulai serentak setelah matahari terbenam (sekitar pukul 18.00 – 19.00 WITA), namun keramaian sudah mulai terbentuk sejak pukul 16.00 WITA.
  2. Transportasi: Gunakan sepeda motor jika memungkinkan, karena penutupan jalan mobil akan dilakukan secara total di radius 500 meter dari titik pusat pawai.
  3. Hormati Aturan Lokal: Karena ini merupakan rangkaian upacara keagamaan (Tawur Kesanga), pastikan mengenakan pakaian yang sopan dan tidak mengganggu jalannya ritual doa sebelum pengarakan dimulai.

Pawai ogoh-ogoh pada 18 Maret 2026 ini merupakan momen terakhir keramaian sebelum seluruh Bali “mati” total selama 24 jam saat Nyepi keesokan harinya. Pastikan Anda berada di lokasi yang tepat untuk merasakan energi magis malam Pengerupukan ini.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026