02/11/2026

Mau Menanam Buah? Bulan September Ada Dewasa Ayu Banyak

dewasa ayu bercocok tanam menurut kalender bali

Sejumlah warga menanam bibit tanaman sebagai implementasi program ketahanan pangan.

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Masyarakat agraris Bali menggunakan perhitungan sistem wewaran, wuku, penanggal pangelong, dan sasih untuk menentukan jadwal aktivitas pertanian yang presisi.

Sepanjang bulan September 2026, kalender Bali mencatat tiga konstelasi hari utama yang direkomendasikan dan sembilan hari pantangan yang wajib dihindari untuk interaksi dengan tanah maupun tanaman.

Hari Baik Pertanian (Dewasa Ayu)

Kalkulasi penanggalan menunjukkan empat momentum utama bagi para petani untuk menanam komoditas spesifik:

  • 10 September 2026: Tanggal ini membawa dua pengaruh positif secara bersamaan. Kala Lutung Megandong (alahing dewasa 4) mendukung penanaman pijer atau bibit kelapa yang baru tumbuh, serta berbagai jenis buah-buahan. Pengaruh Lutung Megandong (alahing dewasa 3) juga turun pada hari yang sama, memberikan momentum optimal untuk memperbanyak tanaman buah dan umbi-umbian.
  • 13 September 2026: Muncul perhitungan Kajeng Rendetan dengan alahing dewasa 2. Hari ini sangat direkomendasikan untuk menanam segala jenis tumbuhan yang menghasilkan buah.
  • 16 September 2026: Kajeng Rendetan (alahing dewasa 2) kembali berulang. Jadwal ini memfasilitasi penanaman tumbuhan berbuah dengan tingkat keberhasilan yang sama kuatnya dengan tanggal 13.
  • 19 September 2026: Siklus Kajeng Rendetan (alahing dewasa 2) muncul untuk ketiga kalinya dalam bulan ini, menjaga rentetan hari baik khusus untuk komoditas buah-buahan.

Pantangan dan Hari Buruk (Dewasa Ala)

Sejumlah tanggal membawa energi yang tidak selaras dengan kegiatan mengolah tanah. Petani wajib menunda aktivitas pertanian pada jadwal berikut:

  • 4 September 2026: Kala Sor (alahing dewasa 3) melarang segala pekerjaan yang berhubungan dengan tanah, mencakup membajak sawah, bercocok tanam, hingga membuat terowongan. Kala Empas Munggah (alahing dewasa 4) turut memperbolehkan pembangunan rumah, namun melarang keras aktivitas memetik buah-buahan.
  • 5 September 2026: Muncul Geni Rawana (alahing dewasa 2). Hari ini diperuntukkan bagi pekerjaan menggunakan api, namun membawa dampak buruk jika digunakan untuk mengatapi rumah, upacara melaspas, dan bercocok tanam.
  • 9 September 2026: Kala Sor (alahing dewasa 3) kembali melarang aktivitas pengolahan tanah dan pembuatan terowongan. Geni Rawana (alahing dewasa 2) juga turun hari ini, mengizinkan pekerjaan dengan api namun memblokir kegiatan bercocok tanam, mengatapi rumah, atau melaspas.
  • 10 September 2026: Berdampingan dengan hari baik, tanggal ini dipengaruhi Kala Sor (alahing dewasa 3) yang menentang pekerjaan tanah, membajak, dan bercocok tanam. Evaluasi prioritas alahing dewasa wajib diterapkan di sini.
  • 11 September 2026: Sepenuhnya dikuasai Kala Sor (alahing dewasa 3). Aktivitas membajak, mengolah tanah, dan bercocok tanam harus dihentikan sementara.
  • 13 September 2026: Geni Rawana (alahing dewasa 2) melarang aktivitas tanam, melaspas, dan mengatapi rumah, namun mendukung penggunaan api. Kala Mereng (alahing dewasa 3) juga muncul khusus untuk menegaskan larangan bercocok tanam.
  • 14 September 2026: Babi Munggah (alahing dewasa 4) membawa pantangan absolut untuk segala bentuk aktivitas bercocok tanam.
  • 15 September 2026: Perpaduan Kala Sor (alahing dewasa 3) dan Geni Rawana (alahing dewasa 2). Pekerjaan berkaitan dengan tanah, membajak, menanam, mengatapi rumah, dan melaspas dilarang. Pekerjaan yang direkomendasikan murni melibatkan api.
  • 16 September 2026: Kala Sor (alahing dewasa 3) muncul dan melarang keras pekerjaan berbasis tanah, membajak, maupun pembuatan terowongan.
  • 18 September 2026: Gni Rawana Jejepan (alahing dewasa 2) mendominasi. Hari ini adalah momentum tepat memulai pekerjaan berunsur api seperti membakar genteng, keramik, batu bata, gerabah, atau membuat senjata tajam bagi pande besi. Pantangan berlaku untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam.
  • 19 September 2026: Geni Rawana (alahing dewasa 2) kembali mengizinkan pekerjaan api dan melarang aktivitas tanam serta melaspas. Hari ini memiliki anomali dari Kala Empas Turun (alahing dewasa 4) yang khusus mendukung penanaman umbi-umbian, meskipun melarang memetik buah dan membangun konstruksi.
  • 22 September 2026: Intervensi Kala Sor (alahing dewasa 3) dan Geni Rawana (alahing dewasa 2) berulang. Pantangan berlaku mutlak untuk membajak, menanam, membuat terowongan, melaspas, dan mengatapi rumah, kecuali pekerjaan menggunakan api.
  • 28 September 2026: Kala Sor (alahing dewasa 3) dan Kala Mereng (alahing dewasa 3) bersatu melarang keras semua interaksi dengan tanah, membajak, dan bercocok tanam.
  • 29 & 30 September 2026: Kedua hari ini secara beruntun dikuasai Geni Rawana (alahing dewasa 2). Pekerjaan berunsur api direkomendasikan, namun kegiatan bercocok tanam, melaspas, dan menaikkan atap rumah ditangguhkan.

Mekanisme Prioritas Alahing Dewasa

Dalam kalender Bali, benturan antara hari baik dan hari buruk pada tanggal yang sama dievaluasi menggunakan kaidah hierarki. Aturan ini disusun berdasarkan perhitungan nilai: Wewaran (4) dikalahkan oleh Wuku (3). Wuku (3) dikalahkan oleh Penanggal Pangelong (2).

Penanggal Pangelong (2) dikalahkan oleh Sasih (1). Semakin kecil nilai alahing dewasa, semakin tinggi prioritasnya. Angka yang lebih rendah secara otomatis mendominasi atau membatalkan pengaruh dari nilai yang lebih tinggi.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026