Pengabdian Masyarakat, Tiga Dosen ITB Stikom Bali Godok Pemasaran dan Produksi Oke Juice Bali Lewat Daring

 Pengabdian Masyarakat, Tiga Dosen ITB Stikom Bali Godok Pemasaran dan Produksi Oke Juice Bali Lewat Daring

Hasil dari pelatihan kemasan dan desain logo.

Gianyar, Balikonten.com – Dalam rangka program pengabdian kepada masyarakat, tiga dosen ITB Stikom Bali menggodok produksi hingga pemasaran Oke Juice agar dapat dilakukan secara daring.

Tiga orang dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali Ni Putu Linda Santiari, S.Kom., M.Kom., I Gede Surya Rahayuda, S.Kom., M.Kom. dan I Wayan Jepriana, S.Kom., M.Cs.

Pengabdian mereka yang juga dibantu mahasiswa ITB Stikom Bali, Ni Putu Diah Anggraeni dan I Kadek Mico Ferrandana itu, berlangsung di Jalan Dewi Sri Gg. Anggur IV No. 11X Desa Batubulan, Gianyar.

Sebagai mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Industri Rumah Tangga (IRT) Oke Juice Bali milik Ni Luh Putu Vivi Sumayanti.

“Selama ini jus kemasan masih dianggap sebagai minuman jus biasa, sehingga tidak menjadi fokus masyarakat untuk mengemas dan membuat identitas jus kemasan menjadi unik dan menarik,” jelas Linda Santiari di Denpasar, Jumat (1/6).

Selama kurang lebih enam bulan proses pengabdian masyarakat, Linda Santiari beserta tim membantu secara langsung (laring) maupun daring (online) di Oke Juice Bali.

Dalam situasi pandemi covid-19, kegiatan pelatihan lebih banyak dilakukan secara daring (online) via zoom.

Kegiatan dimulai dengan memberikan pengenalan varian pengemasan untuk jus kemasan, pengenalan promosi online secara umum, dilanjutkan dengan pelatihan dalam pembuatan promosi online dengan menggunakan instagram dan google business. Termasuk, pelatihan tentang pembuatan logo dan branding dalam suatu usaha.

Pembuatan logo Oke Juice Bali dilakukan dengan berkonsultasi dengan pemilik gerai Vivi Sumayanti.

Termasuk, proses pengambilan gambar produk untuk promosi di media sosial, hingga proses cetak logo yang dipilih untuk menjadi salah satu pendukung branding produk.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan alat pendukung produksi dan pemasaran serta evaluasi dan monitoring.

BACA JUGA:  Festival Bulan Bahasa Bali 2024 di Badung Berlangsung Lima Hari

“Kolaborasi kegiatan yang kami rencanakan bersama mitra berjalan baik, dilihat dari antusias mitra dalam mengikuti pelatihan-pelatihan yang diberikan serta praktek langsung mengenai pemasaran melalui media sosial,” tuturnya.

Dengan pendaftaran pada media sosial, Linda berharap dapat membantu optimalisasi pemasaran dan peningkatan hasil produksi sehingga dapat melebarkan jangkauan konsumen.

Sementara, pemilik Oke Juice Bali mengakui, kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat menambah pengetahuannya dengan praktek langsung mengenai pemasaran produk melalui sosial media dan meningkatkan penjualan.

“Saat ini, sudah mulai ada peningkaan penjualan, terutama secara online yang berasal dari berbagai wilayah di Gianyar dan Denpasar,” tutup Vivi Sumayanti. (Red)

 

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE

error: Content is protected !!