Peringati HPSN 2026, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Kuta
Peringati HPSN 2026, Pemkab Badung Gelar Aksi Bersih Sampah di Pantai Kuta/ balikonten
MANGUPURA, BALIKONTEN.COM – Aksi korve bersih sampah laut kembali dilaksanakan pada Minggu (22/02/2026). Kegiatan serangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 tersebut diawali gelaran apel yang secara langsung dipimpin oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta.
Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI” (Aman, Sehat, Resik dan Indah), kegiatan tahun ini diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi tata kelola sampah berbasis hulu-hilir yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Selain di Pantai Kuta, aksi serentak juga dilaksanakan di Pantai Kudeta SeminyakPantai Legian, Pantai Jerman, Pantai Kelan, Pantai Kedonganan, Lingkungan Pura Batu Ngaus Cemagi, serta Lingkungan GOR Putra Persada Banjar Angkeb Canging.
Dalam apel tersebut, Bupati Adi Arnawa membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang menegaskan arah kebijakan melalui Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Gerakan itu dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi.
“Mari kita jadikan semangat HPSN 2026 sebagai titik balik transformasi lingkungan kita. Dengan kerja bersama, kita yakin persoalan sampah dapat tuntas secara cepat dan berkelanjutan. Mari kita buktikan bahwa Indonesia yang ASRI bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat Anda berdiri, perangi sampah untuk Indonesia yang ASRI,” tegas Adi Arnawa saat membacakan sambutan Menteri.
Seusai kegiatan, ia kembali menekankan pentingnya perubahan pola penanganan sampah. “Penanganan sampah harus dimulai dari hulu melalui pemilahan yang disiplin dan konsisten,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan bersih pantai di Badung merupakan agenda rutin setiap Jumat dengan melibatkan satuan pendidikan, pelaku pariwisata, masyarakat, dan ASN, TNI-Polri.
“Sebagai penguatan tata kelola, Kami akan menyelenggarakan lomba penanganan sampah mulai 1 Maret 2026 yang mencakup 62 lokasi dari 46 desa dan 16 kelurahan sebagai instrumen evaluasi berbasis kinerja sekaligus edukasi publik,” ungkapnya.
***


