22/01/2026

Perkuat Jati Diri Bangsa dari Desa, I Komang Merta Jiwa Sosialisasikan Empat Pilar di Tabanan

Perkuat Jati Diri Bangsa dari Desa, I Komang Merta Jiwa Sosialisasikan Empat Pilar di Tabanan

Perkuat Jati Diri Bangsa dari Desa, I Komang Merta Jiwa Sosialisasikan Empat Pilar di Tabanan/ balikonten

TABANAN, BALIKONTEN.COM – Semangat kebangsaan bergelora di Wantilan Pura Sudimara, Kabupaten Tabanan, Bali. Ratusan warga bersama tokoh adat dan dinas berkumpul dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang digelar pada Minggu, 14 Desember 2025.

Hadir sebagai narasumber utama, Anggota MPR RI I Komang Merta Jiwa, membawa pesan kuat mengenai pentingnya membumikan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika melalui penguatan desa dan sektor pertanian. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan dan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tabanan.

Membangun Indonesia dari Desa

Dalam paparannya, I Komang Merta Jiwa menekankan bahwa fondasi kedaulatan bangsa Indonesia dimulai dari kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, pembangunan desa yang terencana merupakan kunci untuk menekan angka urbanisasi yang kian mengkhawatirkan.

“Ketika desa mampu menyediakan lapangan kerja, infrastruktur, dan layanan publik yang mumpuni, masyarakat tidak akan terdorong meninggalkan tanah kelahirannya. Ini adalah bentuk nyata pengamalan sila keadilan sosial,” ujar Merta Jiwa di hadapan 150 peserta yang hadir.

Ia menambahkan bahwa Kabupaten Tabanan memiliki peran krusial sebagai lumbung pangan utama di Provinsi Bali. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat agraris bukan sekadar urusan ekonomi, melainkan upaya menjaga kemandirian bangsa sebagaimana cita-cita para pendiri negara.

Subak sebagai Warisan Dunia dan Implementasi Pancasila

Salah satu poin menarik yang menjadi sorotan adalah pelestarian sistem pertanian Subak. Merta Jiwa menegaskan bahwa Subak, yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, merupakan bukti nyata kearifan lokal Bali yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

“Negara wajib hadir menjamin kesejahteraan petani. Perlindungan harga hasil panen, akses modal, hingga penguatan lembaga tani harus menjadi prioritas. Kita harus memastikan sistem Subak tetap lestari di tangan generasi muda,” tegasnya.

Dialog Interaktif: Menjawab Tantangan Pertanian Modern

Sesi diskusi berlangsung hangat saat warga menyampaikan kegelisahan mereka mengenai masa depan pertanian di Bali. Menjawab pertanyaan warga mengenai strategi pencegahan urbanisasi, Merta Jiwa menjelaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus difokuskan pada program yang sesuai dengan potensi lokal.

Terkait regenerasi petani, ia mendorong adanya inovasi teknologi agar sektor pertanian kembali dilirik oleh generasi milenial dan Gen Z. “Pendidikan dan pemanfaatan teknologi adalah kunci agar bertani menjadi profesi yang menjanjikan secara ekonomi,” imbuhnya.

Poin Penting Sosialisasi Empat Pilar di Sudimara:

  • Penguatan Desa: Pembangunan berkelanjutan berbasis desa untuk mencegah ketimpangan wilayah.
  • Kedaulatan Pangan: Perlindungan total terhadap petani di Tabanan sebagai garda terdepan pangan Bali.
  • Pelestarian Subak: Menjaga warisan leluhur sebagai identitas budaya dan kekuatan ekonomi.
  • Regenerasi: Mendorong keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian melalui inovasi.

Kegiatan yang berlangsung tertib ini diakhiri dengan kesepahaman bersama bahwa pembangunan yang berkeadilan dan berbasis kearifan lokal adalah fondasi utama untuk memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE