22/01/2026

Daftar Rahinan Hindu Bulan Februari 2026, Kajeng Kliwon hingga Buda Wage Menail

mengenal tentang ulihan rahinan menuju kuningan

Ilustrasi gambar banten/ Wikimedia Commons/ Balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.CM – Selain Purnama dan Tilem, Bulan Februari 2026 nanti tidaklah terlalu padat. Selain bulan pendek, rahinan juga tidak terlalu padat seperti sebelumnya.

Tidak ditemukan pujawali atau rahinan besar, namun demikian untuk ala ayuning dewasa dan hari baik disarankan konsultasi dengan mereka yang memahami wewaran.

Dari total 28 hari hanya terdapat 1 rahinan yang menjadi penting bagi mereka yang memelihara ternak yakni Tumpek Kandang.

Pada 2 Februari 2026, warga Bali merayakan purnama, bulan penuh yang menjadi momen penting untuk persembahyangan dan introspeksi diri.

Tanggal 7 Februari 2026 menjadi sorotan khusus. Hari itu bertepatan dengan Tumpek Kandang, salah satu upacara besar di Bali yang memuliakan hewan peliharaan dan ternak. Warga menggelar selamatan dan persembahyangan kepada Sang Rare Angon, dewa pelindung ternak, dengan harapan hewan peliharaan tetap sehat, terhindar dari penyakit, dan membawa keberkahan bagi pemiliknya. Tradisi ini menunjukkan keterikatan masyarakat Bali dengan alam dan makhluk hidup di sekitarnya.

Beberapa hari penting lainnya di bulan ini antara lain:

  • 11 Februari 2026 – Buda Wage Menail, hari yang memiliki nilai spiritual tertentu dalam kalender Bali.
  • 12 Februari 2026 – Kajeng Keliwon Uwudan, momentum untuk melakukan persembahyangan khusus sesuai adat setempat.
  • 13 Februari 2026 – Hari Bhatara Sri, peringatan yang menghormati Dewi Padi, simbol kesuburan dan kesejahteraan masyarakat.
  • 16 Februari 2026 – Tilem, bulan mati yang menjadi waktu tepat untuk introspeksi dan kegiatan ritual tertentu.
  • 27 Februari 2026 – Kajeng Keliwon Enyitan, hari penuh makna yang menutup rangkaian ritual penting di bulan ini.

Rangkaian kalender ritual ini tidak hanya menjadi panduan spiritual bagi masyarakat Bali, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dan peneliti budaya yang ingin memahami kekayaan tradisi Pulau Dewata.

Setiap perayaan membawa nilai religius dan kearifan lokal yang kuat, menjadikan Bali sebagai pusat budaya yang hidup dan lestari.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE