Tak Hanya untuk Liburan, 5 Tempat ini Juga Menjadi Pusat Edukasi
ilustrasi destinasi wisata di Jogjakarta/ balikonten
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Bali selalu punya cara untuk memikat hati wisatawan. Di balik hiruk-pikuk pantai populer, Pulau Dewata menyimpan harta karun berupa desa wisata yang masih memegang teguh warisan leluhur.
Destinasi ini menjadi ruang belajar yang sempurna bagi anak-anak untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia secara langsung.
Berikut adalah lima rekomendasi desa wisata di Bali yang menawarkan pengalaman liburan autentik dan sarat akan nilai edukasi.
1. Ubud: Jantung Kesenian dan Budaya Bali
Ubud sudah lama menyandang predikat sebagai pusat kreativitas di Bali. Kabupaten Gianyar patut bangga karena wilayah ini diakui dunia melalui penghargaan dari Condé Nast Traveller sebagai salah satu desa wisata terbaik global. Di sini, keluarga bisa menyaksikan pertunjukan tari Legong yang gemulai atau Barong yang penuh semangat.
Anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan seniman lokal. Mulai dari belajar membatik di Pasar Seni Sukawati hingga melihat detail proses pemahatan kayu di Desa Mas. Suasana hijau persawahan dan udara yang relatif lebih sejuk dibandingkan pesisir membuat Ubud menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal lebih lama.
- Lokasi: Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.
- Jam Operasional: 09.00 – 17.00 WITA.
2. Tenganan: Menjaga Kemurnian Tradisi Bali Aga
Jika ingin melihat wajah Bali yang paling asli, Desa Tenganan di Karangasem adalah tujuannya. Sebagai desa Bali Aga (penduduk asli Bali), masyarakat setempat menjalankan kehidupan berdasarkan aturan adat yang ketat. Rumah-rumah beratap alang-alang berdiri kokoh, mencerminkan keteguhan mereka menjaga warisan masa lalu.
Satu hal yang paling ikonik dari Tenganan adalah kain tenun gringsing. Kain ini dibuat menggunakan pewarna alami dan teknik khusus yang membutuhkan waktu lama. Selain itu, sistem ekonomi barter yang unik menjadi pengetahuan baru yang menarik bagi wisatawan. Pastikan datang saat upacara Mekare-Kare untuk melihat tradisi perang pandan yang spektakuler.
- Lokasi: Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem.
- Jam Operasional: 07.00 – 18.00 WITA.
3. Batubulan: Panggung Para Pematung dan Penari
Desa Batubulan merupakan surga bagi para pencinta seni pahat. Sepanjang jalan desa, deretan patung batu paras putih menyambut setiap pengunjung. Desa ini adalah tempat terbaik bagi anak-anak untuk menonton drama tari Kecak dan Barong di panggung terbuka setiap pagi.
Melihat langsung tangan terampil warga memahat bongkahan batu menjadi karya seni yang indah memberikan inspirasi tersendiri. Karakter desa yang asri dengan ornamen seni di setiap sudutnya membuat Batubulan sangat cocok bagi para pencinta fotografi yang mencari latar belakang estetik.
- Lokasi: Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.
- Jam Operasional: 08.00 – 18.00 WITA.
4. Penglipuran: Desa Terbersih yang Memikat Mata
Desa Penglipuran menawarkan kedamaian lewat tata ruang yang sangat rapi. Desa di kaki Gunung Batur ini sering mendapat predikat sebagai salah satu desa terbersih di dunia. Struktur bangunan rumah warga terlihat seragam dengan pintu gerbang khas Bali (angkul-angkul) yang tertata simetris.
Anak-anak akan merasa aman berlarian di jalanan desa yang bebas kendaraan bermotor. Selain menikmati udara sejuk di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, wisatawan bisa belajar membuat canang sari (sesaji harian) atau sekadar bersepeda menikmati keasrian hutan bambu yang mengelilingi desa.
- Lokasi: Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli.
- Jam Operasional: 08.00 – 17.00 WITA.
5. Trunyan: Keajaiban di Tepi Danau Batur
Bagi keluarga yang menyukai sejarah dan keunikan budaya, Desa Trunyan menyuguhkan pengalaman yang tidak ada duanya. Berlokasi di tepi Danau Batur, desa tertua di Bali ini memiliki tradisi pemakaman yang sangat spesifik. Jenazah warga yang meninggal tidak dibakar (Ngaben) atau dikubur, melainkan diletakkan begitu saja di bawah pohon Menyan.
Ajaibnya, tidak ada aroma tak sedap yang tercium karena wangi pohon Menyan mampu menetralisir udara. Berkunjung ke Trunyan mengajarkan kita tentang keragaman cara manusia menghormati leluhur. Pemandangan Danau Batur yang megah menjadi bonus tambahan saat menyeberang menuju desa ini menggunakan perahu.
- Jam Operasional: 08.00 – 16.00 WITA.
- Lokasi: Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli.
- Estimasi Biaya: Sekitar Rp 160.000 (biaya perahu/lokal).
Itulah informasi tentang tempat wisata edukasi di Bali yang wajib dikunjungi.
***