22/01/2026

Tenang TPA Suwung di Buka Hingga November 2026, Ini Kata Menteri LH

Menteri LH Dorong Bali Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Modern Tanpa Open Dumping

Menteri LH Dorong Bali Jadi Pelopor Pengelolaan Sampah Modern Tanpa Open Dumping/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Upaya penanganan sampah di Bali terus menunjukkan perkembangan. Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster secara intensif mengoordinasikan langkah pengelolaan sampah bersama pemerintah kabupaten dan kota se-Bali. Salah satu langkah terbaru adalah usulan perpanjangan penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung hingga November 2026.

Usulan tersebut telah disampaikan langsung Gubernur Koster kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq. Perpanjangan waktu dinilai diperlukan agar Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dapat mengoptimalkan pembangunan serta pengoperasian sarana dan prasarana pengelolaan sampah.

Rencana awal penutupan TPA Suwung pada 28 Februari 2026 kini ditangguhkan. Sebelumnya, solusi sementara diarahkan pada pengiriman sampah residu ke TPA Landih di Kabupaten Bangli. Namun setelah dilakukan peninjauan, lokasi tersebut dinilai tidak memenuhi syarat teknis dan kapasitas.

“Setelah dicek, TPA Landih Bangli tidak memungkinkan. Karena itu saya melapor kepada Menteri Lingkungan Hidup dan memohon waktu tambahan untuk mengoptimalkan fasilitas pengelolaan sampah yang sedang dibangun oleh Kota Denpasar dan Kabupaten Badung,” ujar Koster kepada awak media di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/1/2026).

Menurut Koster, Pemerintah Kota Denpasar telah menambah mesin pengolahan sampah di TPST Tahura dan TPST Kertalangu. Selain itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) juga dilakukan di wilayah Denpasar Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Di Kabupaten Badung, TPS3R telah dibangun di setiap desa guna mengelola sampah langsung dari sumbernya.

Langkah tersebut berdampak pada penurunan volume sampah yang masuk ke TPA Suwung. Koster menyebut, penurunan volume sampah mulai terlihat secara bertahap setiap bulan. Data pada April, Juni, Agustus, dan Oktober 2025 menunjukkan tren penurunan kondisi sampah di Bali.

“Volume sampah yang dibawa ke TPA Suwung sudah mulai berkurang. Sambil menunggu semua fasilitas siap beroperasi, terutama pengolahan sampah dengan teknologi tinggi untuk energi listrik, saya memohon agar penutupan TPA Suwung diperpanjang sampai November 2026,” katanya.

Gubernur Koster juga menyampaikan hasil pertemuannya dengan Menteri Lingkungan Hidup. Menurutnya, pemerintah pusat memberikan respons positif terhadap usulan tersebut. Menteri Lingkungan Hidup menyetujui prinsip perpanjangan dengan catatan waktu tidak terlalu lama dan telah menurunkan tim untuk melakukan evaluasi lapangan.

Selain pengelolaan sampah konvensional, Pemprov Bali juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali. Proyek strategis ini direncanakan dibangun di atas lahan seluas enam hektare milik Pelindo di kawasan Benoa dan diharapkan menjadi tonggak penting dalam penanganan krisis sampah di Bali.

Dengan kombinasi pengurangan sampah dari sumber, penguatan infrastruktur pengolahan, serta pengembangan teknologi energi, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi di masa mendatang.

***

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE