03/11/2026

Jenis-Jenis Ayam Untuk Tajen di Bali Menurut Lontar Pengayam-Ayaman

Lontar Pengayam Ayaman memuat tentang sabung ayam di bali

ilustrasi sabung ayam/ Pixabay/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Dalam tradisi Tajen atau sabung ayam di Bali, terdapat keyakinan spiritual yang tertuang dalam naskah kuno Lontar Pengayam-Ayaman. Naskah ini memuat daftar jenis ayam yang diyakini memiliki kekuatan dan pengaruh besar dalam ajang pengaduan. Karakteristik setiap ayam dijelaskan secara detail, mencakup warna bulu, bentuk jambul, mata, dan bagian tubuh lainnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis ayam aduan unggulan yang disebutkan dalam lontar tersebut:

 Jenis Ayam Berdasarkan Ciri Fisik dan Warna

  • Ayam Ratun Sa Kuning: Berjambul bangkarna dengan bulu gondala, tampak mencolok dan langka.

  • Ayam Sa Kedas Matania Putih: Memiliki sorot mata putih yang tajam.

  • Ayam Suarga Gumawe Ayu: Ciri khas jambul bangkarna dan bulu dimpil karo.

  • Ayam Se Kedas Mata Selem: Sorot mata hitam yang dalam.

  • Ayam Penjor Petung: Tubuh kuning, bulu ikut selem, dan memiliki bulu lanang yang khas.

  • Ayam Biying Kidang Mengi: Jambul dan telapak hitam, dengan kuku putih.

  • Ayam Gagak Sadeng Mungguing Setra: Warna hitam pekat dan jambul khas, dipercaya memiliki aura mistis kuat.

  • Ayam Segara Muncar: Kombinasi warna hijau dan kuning dengan jambul menyembur.

  • Ayam Kala Cakra: Hijau selem, jambul bangkarna, kuku linjong dan telapak kaki kuning.

 Jenis Ayam Berdasarkan Warna Wangkas (Kuning Klasik)

Jenis Ayam Buik dan Brumbun

Ayam Berpengaruh Tinggi dalam Tajen

Ciri Suara dan Mata yang Dipercaya Sakral

Kategori Berdasarkan Hari Tajen (Sadwara)

Berdasarkan sistem Sadwara, ayam-ayam juga diklasifikasikan sesuai hari pelaksanaan Tajen:

Kesimpulan

Lontar Pengayam-Ayaman menjadi sumber penting dalam memahami jenis ayam yang dipercaya memiliki kekuatan dalam sabungan tradisional Bali. Setiap ciri ayam, mulai dari warna bulu, bentuk jambul, kuku, hingga suara dan mata, diyakini mempengaruhi hasil pertarungan. Pengetahuan ini tetap dijaga dan dihormati sebagai bagian dari warisan budaya Bali yang kaya dan sakral.

***

Pewarta: Redaksi

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026