23/01/2026

WASPADA! Peringatan Cuaca Dini BMKG Waspadai Bibit Siklon 96S, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai Bali

BMKG Waspadai Bibit Siklon 96S, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai Bali

BMKG Waspadai Bibit Siklon 96S, Potensi Cuaca Ekstrem Mengintai Bali/ balikonten

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan bibit Siklon Tropis 96S di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Fenomena atmosfer ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung berupa cuaca ekstrem di Bali dan sekitarnya.

BMKG memprakirakan potensi cuaca ekstrem tersebut berlangsung hingga Jumat, 16 Januari 2026. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, di Denpasar, Kamis, menyampaikan bahwa bibit siklon mulai teridentifikasi pada 14 Januari 2026 pukul 14.00 WITA berdasarkan analisis Direktorat Meteorologi Publik.

Pemantauan Pusat Peringatan Siklon Tropis (TCWC) Jakarta melalui kanal InfoBMKG menunjukkan bahwa pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB, pusat sirkulasi bibit Siklon Tropis 96S berada di Samudera Hindia, tepatnya di sebelah selatan NTB. Sistem ini terpantau memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot atau setara 37 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum mencapai 1.002 hektopascal (hPa).

BMKG menilai peluang bibit Siklon Tropis 96S berkembang menjadi siklon tropis tergolong rendah. Dalam 24 jam ke depan, pergerakannya diprakirakan cenderung ke arah barat daya dan menjauhi wilayah Indonesia. Meski demikian, pengaruh tidak langsung terhadap kondisi atmosfer dan perairan masih perlu diwaspadai.

BMKG mencatat dampak cuaca ekstrem akibat sistem ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali, hingga Jumat (16/1) pukul 08.00 WITA. Masyarakat diimbau mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara lokal.

Selain potensi hujan lebat, kondisi laut juga diperkirakan mengalami peningkatan. Gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di Selat Lombok dan Selat Bali. BMKG mengingatkan nelayan, operator transportasi laut, serta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko cuaca ekstrem dan gelombang tinggi selama periode tersebut.

***

Tags:

 

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS UNTUK INFORMASI LEBIH UPDATE