05/11/2026

Gema Vasudhaiva Kutumbakam, Wujudkan Harmoni dalam Dharma Santi Nasional 2026

Screenshot_20230214-153334

Ketua PHDI Provinsi Bali I Nyoman Kenak, S.H.

DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Puncak perayaan Dharma Santi Nyepi Tingkat Nasional Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di Taman Werdhi Budaya Art Center, Denpasar.

Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak memaparkan, Dharma Santi Nasional mengusung tema: “Vasudhaiva Kutumbakam: Satu Bumi, Satu Keluarga, Nusantara Harmoni Indonesia Maju.” Tema ini merefleksikan semangat persatuan dan keharmonisan dalam keberagaman bangsa Indonesia.

Tema besar yang diangkat menegaskan filosofi universal bahwa seluruh umat manusia adalah satu keluarga besar yang hidup dalam satu bumi yang sama. Nilai ini menjadi relevan dalam konteks kebangsaan Indonesia yang majemuk, sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat harmoni sosial dan toleransi antarumat beragama.

Menurut Nyoman Kenak, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan ajakan bagi seluruh pihak untuk mengadopsi nilai-nilai universal. Tujuan utamanya adalah meningkatkan Sradha (keyakinan) dan Bhakti (pengabdian).

“Sradha adalah kewajiban umat dalam memperkuat keyakinan, sedangkan Bhakti adalah implementasi kasih sayang itu sendiri. Keduanya harus berjalan beriringan untuk mempererat rasa persaudaraan di tengah masyarakat,” jelasnya.

Semangat ini juga sejalan dengan konsep Tri Hita Karana, yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Dalam konteks Dharma Santi, hal ini diwujudkan melalui penguatan harmoni internal dan eksternal.

Nyoman Kenak menekankan pentingnya rasa kekeluargaan dan kesetaraan antarumat beragama. Ia pun berharap Presiden Prabowo Subianto dapat hadir dalam acara puncak tersebut. Pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan guna memastikan situasi di Bali tetap kondusif.

Dharma Santi kali ini melibatkan perwakilan PHDI dari seluruh provinsi di Indonesia. Antusiasme umat sangat tinggi; tercatat ada provinsi yang mengirimkan hingga 15 perwakilan meski undangan resmi hanya ditujukan untuk satu perwakilan.

“Ini adalah momentum penting bagi kita untuk menarik hikmah kedamaian. Harapan kami, pencerahan dan hiburan yang disajikan dapat menjadi tonggak sejarah untuk selalu meneladani keharmonisan demi kemajuan Republik Indonesia,” tambah Kenak.

Sebagai wujud nyata implementasi nilai Dharma, acara ini akan dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni budaya, di antaranya Bondres (Lawakan khas Bali),  Pertunjukan Seruling, Grup Musik dan Sendratari Kolosal. 

Sebelum mencapai acara puncak di Bali, berbagai rangkaian kegiatan nasional telah sukses dilaksanakan, antara lain pada 17 Januari: Launching Dharma Santi & Siwaratri di Prambanan; 15 Februari: Penanaman Pohon Serentak se-Indonesia; 25-27 Februari: Bhakti Sosial & Pelayanan Kesehatan di Aceh; 1 Maret: Saka Boga Sevaman & Donor Darah Serentak; 8 Maret: Makerti Ayuning Danu (Penyucian Sumber Air); 15 Maret: Melasti Serentak se-Indonesia; 18-19 Maret: Tawur Agung Kesanga di Prambanan & Hari Suci Nyepi; 6 April: Seminar Nasional di Bali; dan 11 April: Saka Yoga Festival di Jakarta.

Dharma Santi Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat kolektif bahwa persatuan adalah fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, damai, dan harmonis.

***

Pewarta: Sukma Wilatri

Editor: Redaksi

COPYRIGHT © balikonten.com 2026