H-2 Persiapan Dharma Santi Nasional 2026 Mencapai 85%
Video Pengunjung Naik Pelinggih di Pura, Nyoman Kenak Pastikan Bukan di Bali.
DENPASAR, BALIKONTEN.COM – Setelah tujuh tahun dinanti, Provinsi Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Dharma Santi Nasional, Hari Suci Nyepi Caka 1948 tahun 2026. Menjelang hari H yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 17 April 2026, di Panggung Terbuka Arda Candra, Taman Budaya Art Center, panitia menyatakan kesiapan fisik dan koordinasi telah mencapai angka 85 persen.
Ketua Umum Panitia, I Made Susila Adnyana, menjelaskan bahwa seluruh jajaran panitia terus bekerja keras dalam sisa waktu yang ada.
“Sore ini kami mengadakan simulasi dan besok akan dilanjutkan dengan gladi bersih. Mudah-mudahan besok semuanya sudah siap 100 persen. Kami terus melakukan koordinasi intensif terkait teknis tempat, konsumsi, hingga detail di lapangan,” ujar Made Susila.
Terkait keamanan, panitia telah menggelar rapat koordinasi dengan Polda Bali dan Kodam setempat. Pengamanan akan dibagi menjadi beberapa zona (Ring 1, Ring 2, dan Ring 3) yang melibatkan Personel Kepolisian (Polda Bali) dan TNI, Pecalang (keamanan adat setempat), dan Anggota Resimen Mahasiswa (Menwa).
Fokus utama panitia saat ini adalah memastikan protokoler kedatangan tamu VVIP. Hingga saat ini, panitia masih terus berkomunikasi dengan pihak istana terkait kehadiran Presiden Republik Indonesia.
“Kami tetap menyiapkan segala skenario. Baik Beliau hadir secara langsung maupun diwakilkan, panitia sudah siap sepenuhnya. Kita harapkan informasi kepastiannya segera kami terima,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua PHDI Provinsi Bali, Nyoman Kenak, menekankan pentingnya acara ini sebagai momentum Simakrama (silaturahmi) nasional. Dengan kapasitas Arda Candra yang mampu menampung hingga 8.000 orang, acara ini diprediksi akan dibanjiri oleh perwakilan PHDI seluruh Indonesia, organisasi masyarakat, pinandita, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
“Ini adalah momen penting untuk merajut kebersamaan dan menyamakan visi demi keharmonisan umat. Kami memohon dukungan penuh dari masyarakat Bali agar acara berskala nasional ini berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi spiritualitas umat Hindu di Indonesia,” pungkas Nyoman Kenak.
***
